Peneliti Celios: Open Banking, Masa Depan Perbankan dan UMKM
Sabtu, 12 November 2022 - 22:59 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, lanjut dia, open banking juga membuka kerja sama lebih luas dengan pemain ritel tradisional, yang notabene adalah pelaku UMKM.
"Hingga kini, pemain ritel tradisional seperti warung dan pasar tradisional masih lambat dalam mengadopsi pembayaran digital. Sementara ritel dan pasar tradisional menguasai lebih dari 75 persen total transaksi ritel nasional," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, perubahan lanskap pembayaran digital di Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor.
Pertama, kemajuan teknologi memungkinkan perbankan dapat mempersilahkan mitra potensial untuk berinovasi dengan sistem layanan perbankan digital yang tersedia.
Kedua, perilaku dan keinginan nasabah yang berubah mendorong kompetisi layanan perbankan digital untuk nasabah tersebut sesuai dengan tren saat ini.
Berkat penetrasi telepon pintar di Indonesia, kedua faktor tersebut mendorong sejumlah institusi keuangan, baik perbankan maupun Fintech menyediakan layanan digital bagi nasabah dan terus melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan.
Henky mengatakan, pihaknya telah melakukan pengembangan layanan open banking API (application programming interface) yang memungkinkan Bank Sampoerna dapat berintegrasi dengan inovasi layanan pembayaran milik mitra strategis sesuai standar BSPI 2025.
"Hingga kini, pemain ritel tradisional seperti warung dan pasar tradisional masih lambat dalam mengadopsi pembayaran digital. Sementara ritel dan pasar tradisional menguasai lebih dari 75 persen total transaksi ritel nasional," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, perubahan lanskap pembayaran digital di Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor.
Pertama, kemajuan teknologi memungkinkan perbankan dapat mempersilahkan mitra potensial untuk berinovasi dengan sistem layanan perbankan digital yang tersedia.
Kedua, perilaku dan keinginan nasabah yang berubah mendorong kompetisi layanan perbankan digital untuk nasabah tersebut sesuai dengan tren saat ini.
Berkat penetrasi telepon pintar di Indonesia, kedua faktor tersebut mendorong sejumlah institusi keuangan, baik perbankan maupun Fintech menyediakan layanan digital bagi nasabah dan terus melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan.
Henky mengatakan, pihaknya telah melakukan pengembangan layanan open banking API (application programming interface) yang memungkinkan Bank Sampoerna dapat berintegrasi dengan inovasi layanan pembayaran milik mitra strategis sesuai standar BSPI 2025.
Lihat Juga :