Kemenhub Dukung Kemudahan Pergantian Awak Kapal/Crew Change

Rabu, 08 Juli 2020 - 14:37 WIB
loading...
Kemenhub Dukung Kemudahan...
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengajak seluruh kapal, baik yang sedang bersandar ataupun berlabuh untuk membunyikan suling kapal dalam bentuk tiga long blast atau tiga bunyi panjang secara bersamaan pada pukul 12 siang hari
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengajak seluruh kapal, baik yang sedang bersandar ataupun berlabuh untuk membunyikan suling kapal dalam bentuk tiga long blast atau tiga bunyi panjang secara bersamaan pada pukul 12 siang hari ini, Rabu (8/7/2020).

Tiga bunyi panjang suling kapal ini merupakan bentuk dukungan terhadap kemudahan pergantian awak kapal (crew change) yang merupakan tujuan dari Kampanye Global Calling All Ships In Ports Worldwide: Sound Your Horns, yang turut digaungkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku administrator International Maritime Organization (IMO).

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono, menyampaikan bahwa Kampanye Global Calling All Ships In Ports Worldwide: Sound Your Horns ini juga merupakan salah satu dari tujuan dan dukungan untuk penyelenggaraan pertemuan Virtual Maritime Summit on Crew Change yang akan dihadiri pula oleh Menteri Perhubungan besok, Kamis (9/7/2020).

“Kampanye ini merupakan aksi pendahuluan terhadap upaya untuk mewujudkan kemudahan pergantian awak kapal/crew change yang menjadi krisis global akibat Pandemi Covid-19,” ujar Capt. Sudiono.

Capt. Sudiono beranggapan, bahwa Awak Kapal atau Pelaut harus diposisikan sebagai Keyworkers atau pekerja kunci, khususnya di masa Pandemi Covid-19, mengingat di masa sulit ini penting bagi kita untuk memastikan agar rantai pasokan global terus berjalan demi mempertahankan perekonomian nasional. Selain itu, penting pula untuk menjaga operasi pelayaran atau transportasi laut tetap berjalan dengan aman dan efisien, mengingat 80% perdagangan dunia dilakukan melalui jalur laut.

“Banyak negara yang belum mengklasifikasikan pelaut sebagai pekerja kunci, sehingga mereka tidak dapat dengan mudah naik atau turun dari kapal karena adanya pembatasan perjalanan. Hal ini kemudian menjadi krisis, karena jika pergantian awak kapal/crew change tidak dapat dilakukan, maka kapal tidak akan dapat berlayar, padahal kapal-kapal tersebutlah yang memfasilitasi 80% dari perdagangan dunia,” tutur Sudiono.

Ketidakmampuan untuk memfasilitasi pergantian awak kapal/crew change inilah, lanjut Sudiono, yang kemudian menyebabkan terjadinya penundaan atau kebuntuan dalam keberlangsungan rantai pasokan global yang sangat penting, khususnya di masa Pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, penting bagi perusahaan pelayaran internasional untuk dapat melakukan pergantian awak kapal/crew change di seluruh dunia, terlepas dari pembatasan-pembatasan yang diberlakukan di setiap negara sebagai langkah penanggulangan Covid-19,” tukasnya.

Pemerintah Indonesia, menurut Sudiono, berperan aktif dalam mendukung kemudahan pergantian awak kapal/crew change, salah satunya dengan memfasilitasi pergantian awak kapal/crew change bagi pelayaran Internasional yang memerlukan pergantian awak kapal/crew change di wilayah Indonesia.

Selain itu, pada pertemuan virtual Maritime Summit on Crew Change mendatang, Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, rencananya juga akan turut menandatangani Joint Ministerial Statement yang menyatakan dukungan dan komitmen Indonesia terhadap kemudahan pergantian awak kapal/crew change.

Capt Sudiono menjelaskan, dengan menandatangani Joint Statement ini, Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengklasifikasikan Pelaut sebagai pekerja kunci, dengan demikian juga memfasilitasi pelaut untuk dapat bergerak bebas sebagai pekerja kunci yang memberikan pelayanan penting.

“Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan-kemudahan di semua pihak bagi Pelaut dalam melakukan proses pergantian awak kapal/crew change dan proses repatriasi, tentunya sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” tutup Sudiono.

Sebagai informasi, Pertemuan Virtual Maritime Summit on Crew Change ini digagas oleh United Kingdom dengan undangan terbatas kepada 17 negara, yaitu Filipina, Indonesia, Jepang, India, Australia, Jerman, Prancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Arab Saudi, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Singapura, Brazil, dan Kanada. Selain itu, Pertemuan ini juga dihadiri oleh 6 organisasi Internasional, yaitu IMO, UK Chamber of Shipping, International Chamber of Shipping, Maritime UK, ILO dan ITF.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Jokowi, Kemenhub...
10 Tahun Jokowi, Kemenhub Ungkap Capaian Pembangunan Sektor Transportasi Laut
Bisa Tampung 1.000 Orang,...
Bisa Tampung 1.000 Orang, KM Tatamailau jadi Hotel Terapung di Ajang Sail Tidore 2022
Demi Kesejahteraan Hewan,...
Demi Kesejahteraan Hewan, Kemenhub Sediakan 6 Kapal Ternak
Sambut MotoGP Indonesia...
Sambut MotoGP Indonesia 2022, Pelabuhan Dipoles Buat Bersandar Kapal Pesiar
Pergerakan Kapal dan...
Pergerakan Kapal dan Barang Kini Dipantau Langsung KPK
Kemenhub dan BKI Laksanakan...
Kemenhub dan BKI Laksanakan Program Oversight
Pelindo III Bersinergi...
Pelindo III Bersinergi Tekan Biaya Logistik Jalur Laut
Rekomendasi
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Shakira Guncang Pembukaan...
Shakira Guncang Pembukaan Piala Dunia 2026, Azteca Bergemuruh
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved