Kalahkan Indonesia, Ini yang Membuat Singapura Jadi Negara Eksportir Minyak
Kamis, 17 November 2022 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Setelah semua peran sebagai pusat distribusi BBM di Asia tercapai dan terjadi beberapa kali harga minyak yang jatuh dalam, Singapura melihat peluang lain untuk memajukan sektor energi mereka. Apa peluang itu? Membangun pusat perdagangan minyak dunia.
Sampai pertengahan tahu 1980-an, pusat perdagangan BBM sudah terbentuk di Singapura. Namun pusat perdagangan minyak mentah (crude) masih dipegang oleh Tokyo. Dengan tingginya biaya untuk berbisnis di Tokyo waktu itu dan diperparah oleh sulitnya mendapatkan likuiditas (uang) dari bank, maka pusat perdagangan minyak mentah perlahan berpindah ke Singapura.
Apakah cukup situasi yang kurang mendukung di Tokyo mampu membuat para trader minyak berpindah ke Singapura? Ternyata tidak. Ada beberapa hal lain yang mempercepat penyatuan dua pusat perdangangan ini.
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Ayah dan Anak Jabat Danpaspampres
"Yang paling utama adalah campur tangan Pemerintah Singapura untuk kembali memberikan insentif pajak. Apa itu? Aktivitas perdagangan minyak dan BBM hanya dikenakan pajak 10%. Dengan kebijakan ini, ditambah dengan kemudahan dan kepastian berusaha maka berbondong-bondonglah trader pindah ke Singapura. Kesulitan dalam hal likuiditas di Tokyo mampu dicarikan jalan keluarnya di Singapura," tandas Arcandra.
Sampai pertengahan tahu 1980-an, pusat perdagangan BBM sudah terbentuk di Singapura. Namun pusat perdagangan minyak mentah (crude) masih dipegang oleh Tokyo. Dengan tingginya biaya untuk berbisnis di Tokyo waktu itu dan diperparah oleh sulitnya mendapatkan likuiditas (uang) dari bank, maka pusat perdagangan minyak mentah perlahan berpindah ke Singapura.
Apakah cukup situasi yang kurang mendukung di Tokyo mampu membuat para trader minyak berpindah ke Singapura? Ternyata tidak. Ada beberapa hal lain yang mempercepat penyatuan dua pusat perdangangan ini.
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Ayah dan Anak Jabat Danpaspampres
"Yang paling utama adalah campur tangan Pemerintah Singapura untuk kembali memberikan insentif pajak. Apa itu? Aktivitas perdagangan minyak dan BBM hanya dikenakan pajak 10%. Dengan kebijakan ini, ditambah dengan kemudahan dan kepastian berusaha maka berbondong-bondonglah trader pindah ke Singapura. Kesulitan dalam hal likuiditas di Tokyo mampu dicarikan jalan keluarnya di Singapura," tandas Arcandra.
(uka)
Lihat Juga :