Di KTT APEC, Jokowi Ajak Investor Hong Kong Investasi di IKN Nusantara
Jum'at, 18 November 2022 - 18:45 WIB
loading...
Presiden Jokowi bertemu Chief Executive Daerah Adminitrasi Khusus Hong Kong John Lee di sela KTT APEC di Bangkok, Jumat (18/11/2022). FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak investor Hong Kong menanam modal mengembangkan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara. Mengingat Hong Kong, memiliki potensi sebagai entry point ekspor Indonesia ke Mainland China.
"Investor Hong Kong dapat turut mengembangkan infrastruktur, transportasi, green energy, transformasi digital dan value added industries," kata Jokowi melalui pernyataannya, Jumat (18/11/2022).
Baca Juga: Di KTT APEC, Jokowi Beberkan Sektor Penting Dorong Pemulihan Ekonomi Global
Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu Chief Executive Daerah Adminitrasi Khusus Hong Kong John Lee di sela pertemuan pemimpin ekonomi APEC di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, hari ini. Tak hanya soal investasi, Dalam pertemuan tersebut, Jokowi membahas tiga isu utama yaitu kerja sama perdagangan, investasi, dan perlindungan WNI di Hong Kong.
"Saya melihat banyak potensi yang dapat digarap khususnya dengan Hong Kong untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang seimbang. Akses produk Indonesia dapat diperluas, termasuk perikanan, makanan olahan dan rempah-rempah," kata dia.
"Investor Hong Kong dapat turut mengembangkan infrastruktur, transportasi, green energy, transformasi digital dan value added industries," kata Jokowi melalui pernyataannya, Jumat (18/11/2022).
Baca Juga: Di KTT APEC, Jokowi Beberkan Sektor Penting Dorong Pemulihan Ekonomi Global
Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu Chief Executive Daerah Adminitrasi Khusus Hong Kong John Lee di sela pertemuan pemimpin ekonomi APEC di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, hari ini. Tak hanya soal investasi, Dalam pertemuan tersebut, Jokowi membahas tiga isu utama yaitu kerja sama perdagangan, investasi, dan perlindungan WNI di Hong Kong.
"Saya melihat banyak potensi yang dapat digarap khususnya dengan Hong Kong untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang seimbang. Akses produk Indonesia dapat diperluas, termasuk perikanan, makanan olahan dan rempah-rempah," kata dia.
Lihat Juga :