Dorong Budaya dan Pariwisata RI Mendunia, Yuk Promosikan Konten Positif di Ruang Digital
Minggu, 20 November 2022 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk promosi budaya lokal dengan memanfaatkan ruang digital, bisa dilakukan lewat pertunjukan secara daring di YouTube, Facebook, maupun Instagram. Masing-masing platform tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan,” ucap Aina dalam webinar yang ditujukan untuk masyarakat di Pontianak, Kalimantan Barat, dikutip Minggu (20/11/2022).
baca juga: Kuliner Indonesia Bersinar di KTT G20 Bali, Sandiaga Optimistis Sektor Parekraf Bangkit Ciptakan Lapangan Kerja
Namun, lanjut Aina, promosi budaya lokal juga bisa dilakukan secara luring. Misalnya, pertunjukan budaya di gedung pertunjukan, kantor, sekolah, kampus, obyek wisata, atau di lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Hanya saja, jangkauan pertunjukan luring ini terbatas dibandingkan dengan pemanfaatan media digital.
Aina menambahkan, tujuan promosi budaya lokal beberapa di antaranya adalah untuk pemberitahuan atau pengenalan budaya tersebut, membuka peluang kerja sama, mengundang penonton, menjual tiket pertunjukan, dan lain sebagainya. “Dibutuhkan keselarasan jenis konten dan segmentasi penonton dalam promosi budaya lokal tersebut,” tandasnya.
Dalam mempromosikan budaya lokal di ranah digital, Relawan Mafindo Yogyakarta Fununun Nisha menegaskan pentingnya kecakapan mengenai keamanan digital.
Menurut dia, kecakapan ini diperlukan agar produk promosi budaya lokal terhindar dari pembajakan atau plagiasi. Pasalnya, kecanggihan teknologi digital saat ini memudahkan siapa saja untuk menjiplak karya orang lain di ruang digital.
“Caranya adalah bisa dilakukan lewat pemasangan watermark pada karya digital kita. Atau bisa juga mendaftarkan karya ke HAKI Kementerian Hukum dan HAM, serta gunakan fitur keamanan di media sosial,” kata Nisha.
baca juga: Kuliner Indonesia Bersinar di KTT G20 Bali, Sandiaga Optimistis Sektor Parekraf Bangkit Ciptakan Lapangan Kerja
Namun, lanjut Aina, promosi budaya lokal juga bisa dilakukan secara luring. Misalnya, pertunjukan budaya di gedung pertunjukan, kantor, sekolah, kampus, obyek wisata, atau di lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Hanya saja, jangkauan pertunjukan luring ini terbatas dibandingkan dengan pemanfaatan media digital.
Aina menambahkan, tujuan promosi budaya lokal beberapa di antaranya adalah untuk pemberitahuan atau pengenalan budaya tersebut, membuka peluang kerja sama, mengundang penonton, menjual tiket pertunjukan, dan lain sebagainya. “Dibutuhkan keselarasan jenis konten dan segmentasi penonton dalam promosi budaya lokal tersebut,” tandasnya.
Dalam mempromosikan budaya lokal di ranah digital, Relawan Mafindo Yogyakarta Fununun Nisha menegaskan pentingnya kecakapan mengenai keamanan digital.
Menurut dia, kecakapan ini diperlukan agar produk promosi budaya lokal terhindar dari pembajakan atau plagiasi. Pasalnya, kecanggihan teknologi digital saat ini memudahkan siapa saja untuk menjiplak karya orang lain di ruang digital.
“Caranya adalah bisa dilakukan lewat pemasangan watermark pada karya digital kita. Atau bisa juga mendaftarkan karya ke HAKI Kementerian Hukum dan HAM, serta gunakan fitur keamanan di media sosial,” kata Nisha.
Lihat Juga :