Membangun SDM Kompeten Selaras dengan Kebutuhan lewat Pekan Vokasi Industri 2022
Rabu, 23 November 2022 - 13:43 WIB
loading...
Kepala BPSDMI Arus Gunawan pada pembukaan acara Pekan Industri Vokasi di Jakarta. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia atau SDM industri yang selaras dengan kebutuhan industri, Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) melalui Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) menyelenggarakan Industrial Vocational Week atau Pekan Vokasi Industri 2022 yang dimulai pada hari ini, 21 November 2022 hingga 24 November 2022.
“Saya menyambut gembira terselenggaranya acara ini, karena melalui kegiatan ini, kita senantiasa berkolaborasi dalam membangun SDM industri yang kompeten agar sejalan dengan kebutuhan industri,” ujar Kepala BPSDMI Arus Gunawan pada pembukaan acara Pekan Industri Vokasi di Jakarta.
Baca Juga: Pemerintah Swiss Dukung Pengembangan Vokasi Industri RI
Dalam sambutannya, Arus menjelaskan, bahwa pada Triwulan 3 tahun 2022, industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar PDB sebesar 17,88% serta membuka peluang dan lapangan pekerjaan sebanyak 19,17 juta orang.
"Untuk memenuhi kebutuhan sektor industri sekitar 600 ribu tenaga kerja per tahunnya, penyiapan tenaga kerja mulai dari pendidikan di tingkat menengah dan tinggi harus sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja," tambahnya.
“Saya menyambut gembira terselenggaranya acara ini, karena melalui kegiatan ini, kita senantiasa berkolaborasi dalam membangun SDM industri yang kompeten agar sejalan dengan kebutuhan industri,” ujar Kepala BPSDMI Arus Gunawan pada pembukaan acara Pekan Industri Vokasi di Jakarta.
Baca Juga: Pemerintah Swiss Dukung Pengembangan Vokasi Industri RI
Dalam sambutannya, Arus menjelaskan, bahwa pada Triwulan 3 tahun 2022, industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar PDB sebesar 17,88% serta membuka peluang dan lapangan pekerjaan sebanyak 19,17 juta orang.
"Untuk memenuhi kebutuhan sektor industri sekitar 600 ribu tenaga kerja per tahunnya, penyiapan tenaga kerja mulai dari pendidikan di tingkat menengah dan tinggi harus sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja," tambahnya.
Lihat Juga :