500 Ton Beras Bulog Digondol Kepala Gudang, Buwas: Langsung Copot

Rabu, 23 November 2022 - 20:47 WIB
loading...
500 Ton Beras Bulog Digondol Kepala Gudang, Buwas: Langsung Copot
Buwas akan menindak tegas pelaku raibnya 500 ton beras bulog. Foto/HumasBulog
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas memastikan Kepala Gudang Bulog di Pinrang, Sulawesi Selatan, adalah pelaku pencurian beras sebanyak 500 ton. Dia pun tak segan-segan akan memecat pelaku dari jabatannya.

Baca juga: Sudah Dapat Izin, Bulog Akan Impor Beras untuk Jaga Stok

Saat ini Kepolisian Resor Pinrang masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap lima saksi, termasuk kepala gudang, terkait hilangnya 500 ton beras di gudang Bulog Bittoeng, Lampa, Pekkabata.

"(Pelaku) Kepala gudang, sudah, saya gak main-main itu, langsung copot. Itu sudah melibatkan Bulog, oknum Bulog, kepala gudang, nanti dipecat, harus," ungkap Buwas saat ditemui wartawan di kawasan gedung DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Dia mencatat 500 ton beras tersebut merupakan hasil penjajakan Bulog dengan petani. Namun, komoditas primer yang nantinya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat itu justru raib oleh oknum internal Bulog.

Berdasarkan keterangan sementara, lanjut Buwas, para pelaku mengambil 500 ton beras untuk dipinjamkan kepada mitra atau pihak lain. Hanya saja tidak ada kejelasan mitra yang dimaksud.

"Sementara ini dipinjampakaikan. Kerja sama dengan mitra. Kita belum tahu, makanya sekarang dalam penanganan, tapi yakin itu pasti selesai," katanya.

Dirinya terus mendorong agar kejadian tersebut diproses secara hukum. Sebab, perilaku pencurian adalah praktik pidana.

Baca juga: Supres Calon Panglima TNI Batal Dikirim ke DPR Sore Ini, Ada Apa?

"Apa pun namanya, itu akan dipertanggungjawabkan secara hukum. Nah kalau dipinjamkan, dipinjamkan ke siapa? Dia harus segera mengembalikan yang 500 ton itu. Ini sedang ditangani. Tapi kita sudah menyiapkan itu untuk ditangani secara hukum. Karena itu dipidana," ucap Buwas.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1699 seconds (11.210#12.26)