Pembiayaan Investasi Tembus Rp77,92 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Siapa Penerima Terbesarnya
Jum'at, 25 November 2022 - 10:51 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani mencatat sampai dengan akhir Oktober 2022, realisasi pembiayaan investasi pemerintah mencapai Rp77,92 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat sampai dengan akhir Oktober 2022, realisasi pembiayaan investasi pemerintah mencapai Rp77,92 triliun. Melalui investasi ini, Menkeu berkomitmen akan terus mempertajam kinerja dari para institusi penerima pembiayaan investasi sehingga benar-benar bisa disampaikan kepada masyarakat.
“Terdapat Adhi Karya Rp1,98T, PLN Rp5 triliun, SMF Rp2 triliun, PFB Rp3 triliun, dana pendidikan LPDP Rp20 triliun, LMAN untuk mendukung proyek strategis nasional yang paling besar Rp28,84 triliun dan kemudian FLPP untuk perumahan Rp16,1 triliun, sedangkan LDKPI itu untuk internasional Rp1 triliun,” terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA November 2022 di Jakarta, Kamis (24/11/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Ceria, Kantongnya Terisi Rp1.448 Triliun
Lebih lanjut Sri menjelaskan, bahwa Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menjadi institusi yang mendapatkan pembiayaan investasi paling besar. Dalam hal ini untuk pembelian lahan atau tanah di dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN), berupa proyek jalan tol, bendungan, kereta api, pelabuhan, irigasi, dan proyek air baku.
“Banyak proyek yang sudah terselesaikan di dalam proyek strategis nasional. Secara total LMAN ini sudah belanja Rp101,304 triliun untuk 104 proyek strategis nasional. 85 persennya mayoritas adalah jalan tol yang sebagian besar sudah dinikmati oleh masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Hingga Oktober, Pemerintah Sudah Habiskan Rp2.351 Triliun untuk Belanja
Sri juga menyampaikan, telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hingga saat ini LPDP telah melakukan penyerapan di bidang pendidikan untuk membiayai 133.318 penerima beasiswa dan berbagai proyek penelitian yang strategis.
“Terdapat Adhi Karya Rp1,98T, PLN Rp5 triliun, SMF Rp2 triliun, PFB Rp3 triliun, dana pendidikan LPDP Rp20 triliun, LMAN untuk mendukung proyek strategis nasional yang paling besar Rp28,84 triliun dan kemudian FLPP untuk perumahan Rp16,1 triliun, sedangkan LDKPI itu untuk internasional Rp1 triliun,” terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA November 2022 di Jakarta, Kamis (24/11/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Ceria, Kantongnya Terisi Rp1.448 Triliun
Lebih lanjut Sri menjelaskan, bahwa Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menjadi institusi yang mendapatkan pembiayaan investasi paling besar. Dalam hal ini untuk pembelian lahan atau tanah di dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN), berupa proyek jalan tol, bendungan, kereta api, pelabuhan, irigasi, dan proyek air baku.
“Banyak proyek yang sudah terselesaikan di dalam proyek strategis nasional. Secara total LMAN ini sudah belanja Rp101,304 triliun untuk 104 proyek strategis nasional. 85 persennya mayoritas adalah jalan tol yang sebagian besar sudah dinikmati oleh masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Hingga Oktober, Pemerintah Sudah Habiskan Rp2.351 Triliun untuk Belanja
Sri juga menyampaikan, telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hingga saat ini LPDP telah melakukan penyerapan di bidang pendidikan untuk membiayai 133.318 penerima beasiswa dan berbagai proyek penelitian yang strategis.
Lihat Juga :