Resmi Dibuka, IPEX ke-24 Targetkan Kurangi Angka Backlog Perumahan

Jum'at, 25 November 2022 - 18:06 WIB
loading...
Resmi Dibuka, IPEX ke-24 Targetkan Kurangi Angka Backlog Perumahan
Foto: doc. Adhouse Clarion Events
A A A
JAKARTA - Adhouse Clarion Events kembali selenggarakan Indonesia Properti Expo edisi ke-24 pada November 2022.

Acara yang berlangsung selama 9 hari sejak 19 November sampai dengan 27 November 2022 di JCC Senayan Jakarta ini, dihadiri oleh Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, Ketua REI DPD DKI Arvin F Iskandar, sejumlah pimpinan perusahaan pengembang serta pemangku kepentingan lain.

Haru Koesmahargyo mengatakan, pelaksanaan Pameran IPEX yang sudah 24 kali digelar ini merupakan salah satu wujud untuk memaksimalkan potensi yang ada untuk mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat.

“Kami menyadari bahwa untuk menyelesaikan beberapa hal terkait perumahan di Indonesia dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak baik dari asosiasi pengembang, perbankan dan regulator yang salah satunya adalah dengan menggelar event Indonesia Property Expo (IPEX) ini,” ujarnya.

Menurut Haru, IPEX 2022 kali ini diikuti oleh 42 pengembang yang terdiri dari 32 pengembang proyek perumahan non subsidi, 10 pengembang perumahan subsidi dan 5 produk pendukung. Adapun dalam ajang ini ada sekitar 325 proyek perumahan yang dipamerkan.

“Ada beberapa proyek perumahan berlokasi di luar kota seperti di Bandung dan Surabaya. Serta lokasi lokasi strategis sesuai arahan Bapak Menteri BUMN RI yaitu lokasi yang terkoneksi langsung dengan moda transportasi (TOD),” katanya.

Haru optimistis dalam IPEX 2022 kali ini, potensi izin prinsip KPR yang bakal diraih sekitar Rp1,5 triliun, dengan rincian KPR non subsidi Rp900 miliar, KPR subsidi Rp300 miliar dan pembiayaan rumah syariah sebesar Rp300 miliar.

“Bagi masyarakat yang mengambil KPR dalam ajang IPEX 2022, ada bunga yang sangat menarik yakni ini mulai dari 2,47% di tahun pertama. Selain itu ada penawaran gratis untuk biaya provisi, administrasi, dan appraisal,” paparnya.

Lebih lanjut Haru mengungkapkan, pada tahun 2045, Indonesia beraspirasi untuk dapat mencapai target zero backlog kepenghunian perumahan (home inhabited 100%) dan backlog kepemilikan rumah mencapai 91% (home ownership).

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, kolaborasi aktif di antara stakeholder atau pengembang dan perbankan, penting untuk terus terjalin dengan baik demi mereduksi angka backlog rumah yang telah mencapai 12,7 juta.

Angka ini akan terus bertambah seiring kebutuhan rumah per tahun yang mencapai satu juta unit. Sementara pembangunan rumah yang dapat dipenuhi hanya sekitar 200.000-300.000 unit per tahun.
(ars)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1026 seconds (10.55#12.26)