Pertahankan Kinerja Saat Pandemi, BRINS Raih 2 Penghargaan Top 20 Financial Institution Awards
Sabtu, 26 November 2022 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: BNPB: Ada Tambahan 5.976 Kasus Covid-19, DKI Terbanyak
Selain pemberian penghargaan kepada para industri jasa keuangan yang berprestasi, pada ajang ini juga digelar sharing session bersama industri jasa keuangan dalam menghadapi resesi ekonomi yang akan mengancam perekonomian global.
Sebagaimana diketahui, kondisi geopolitik (perang), krisis pangan dan energi, lonjakan inflasi, hingga kenaikan suku bunga, menjadi faktor risiko yang harus diwaspadai.
Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju akan berada di level minus pada 2023. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi perekonomian Indonesia, dan tentu saja berdampak pada para pelaku usaha negeri ini.
Mulai dari peningkatan beban biaya, hingga pendapatan yang menurun. Imbasnya juga akan terjadi pada industri jasa keuangan. Akan ada efek pada penyaluran pembiayaan, pendapatan premi, hingga peningkatan kredit bermasalah.
Selain kondisi geopolitik, ancaman lain yang juga mesti diantisipasi dengan baik oleh industri keuangan adalah serangan siber. Persoalan yang kembali muncul belakangan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan cermat oleh para pelaku usaha di sektor keuangan, seiring pengembangan digital di sektor keuangan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengembangan digital dibarengi dengan peningkatan probabilitas serangan siber.
Di tengah kondisi yang tidak menentu dengan penuh tantangan dan risiko, sejumlah perusahaan mampu menjawab tantangan tersebut secara baik sehingga layak mendapat apresiasi.
Selain pemberian penghargaan kepada para industri jasa keuangan yang berprestasi, pada ajang ini juga digelar sharing session bersama industri jasa keuangan dalam menghadapi resesi ekonomi yang akan mengancam perekonomian global.
Sebagaimana diketahui, kondisi geopolitik (perang), krisis pangan dan energi, lonjakan inflasi, hingga kenaikan suku bunga, menjadi faktor risiko yang harus diwaspadai.
Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju akan berada di level minus pada 2023. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi perekonomian Indonesia, dan tentu saja berdampak pada para pelaku usaha negeri ini.
Mulai dari peningkatan beban biaya, hingga pendapatan yang menurun. Imbasnya juga akan terjadi pada industri jasa keuangan. Akan ada efek pada penyaluran pembiayaan, pendapatan premi, hingga peningkatan kredit bermasalah.
Selain kondisi geopolitik, ancaman lain yang juga mesti diantisipasi dengan baik oleh industri keuangan adalah serangan siber. Persoalan yang kembali muncul belakangan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan cermat oleh para pelaku usaha di sektor keuangan, seiring pengembangan digital di sektor keuangan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengembangan digital dibarengi dengan peningkatan probabilitas serangan siber.
Di tengah kondisi yang tidak menentu dengan penuh tantangan dan risiko, sejumlah perusahaan mampu menjawab tantangan tersebut secara baik sehingga layak mendapat apresiasi.
(ind)
Lihat Juga :