Akan Dilelang Ulang, Segini Deposit Gas di Blok East Natuna

Selasa, 29 November 2022 - 09:05 WIB
loading...
Akan Dilelang Ulang,...
Blok East Natuna akan dilelang ulang setelah dikembalikan Pertamina. FOTO/dok.Istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang ulang Blok East Natuna . Hal tersebut dilakukan karena pengelola sebelumnya yakni PT Pertamina telah mengembalikan hak pengelolaan blok tersebut kepada pemerintah.

"Kan sudah ada teknologi carbon capture, gas Natuna ini kan 70% CO2 bisa enggak itu nanti kita tawarkan sehingga gasnya bisa diinjeksi," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, di Jakarta, Senin (28/11/2022).

Arifin mengatakan pengembangan Blok East Natuna dimungkinkan dengan makin berkembangnya teknologi carbon capture. Ke depan pemerintah berencana melelang ulang Blok East Natuna. Meskipun demikian, Menteri ESDM belum dapat memastikan lebih detail terkait waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut. "Secepatnya lah, kita selesaikan dulu administrasinya," ucapnya.

Baca Juga: Asing Temukan Harta Karun Migas di Aceh, Simpan Potensi Cadangan Terbesar di Dunia

Berdasarkan laporan, Blok East Natuna memiliki potensi yang sangat besar, yakni mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF). Sebagaimana diketahui, kandungan karbondioksida pada blok tersebut mencapai 71 persen, sehingga yang bisa dieksploitasi kemungkinan hanya sekitar 46 TCF.

Pemerintah berencana akan memproduksi lebih dulu cadangan minyak di Blok East Natuna, baru kemudian gas. Blok East Natuna memiliki dua level di mana level atas merupakan gas dan level bawah adalah minyak.

Minyak yang akan diproduksikan ini, rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di sekitar Natuna, antara lain untuk bahan bakar kapal TNI. Blok East Natuna memiliki 2 level di mana level atas merupakan gas dan level bawah adalah minyak. Cadangan gas di East Natuna diperkirakan 4 kali lipat dari Blok Masela.

Sementara itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad atau Petronas, menaruh minat untuk mengembangkan Blok East Natuna.

Blok East Natuna yang berlokasi di perairan Natuna memiliki dempist gas yang luar biasa besar, yakni mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF). Namun, memang ada tantangan besar yakni memiliki kandungan karbondioksida mencapai 71%, sehingga yang bisa dieksploitasi kemungkinan hanya sekitar 46 TCF.

Baca Juga: Hizbullah Tak akan Biarkan Israel Beroperasi di Ladang Gas Sengketa

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Petronas saat ini tengah mengembangkan blok migas di Malaysia dengan tingkat kandungan karbondioksida yang sama jumlahnya seperti East Natuna. Oleh sebab itu, pengembangan Blok East Natuna menjadi langkah yang tepat dilakukan perusahaan. Mengingat, selain menyimpan karbondioksida yang cukup besar, Blok East Natuna juga menyimpan segudang potensi gas yang melimpah.

"Ini sudah mulai dengan adanya orang sudah bisa melaksanakan CCUS (Carbon Capture, Utilization & Storage), maka sekarang ini yang CO2 tinggi sudah mulai ada titik terang. Cadangan kan cukup besar, di Malaysia sendiri proyek sedang eksekusi oleh Petronas untuk WK (Wilayah Kerja) yang CO2-nya 70%," kata Dwi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Menimbang Kemampuan...
Menimbang Kemampuan BUMD Mengelola Cadangan Migas di Blok Ganal
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
BPA Fair 2026 Raup Rp997...
BPA Fair 2026 Raup Rp997 Miliar dari Hasil Lelang Aset Koruptor, Naik 481 Persen dari Tahun Lalu
Selebgram Jejouw Incar...
Selebgram Jejouw Incar Kalung Sandra Dewi di BPA Fair 2026
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Rekomendasi
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved