RI jadi Sasaran Kejahatan Phising, Sektor Finansial Paling Diincar
Selasa, 29 November 2022 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Apjatel Ungkap Penyebab Tingginya Biaya Akses Internet di Daerah
Dia membeberkan beberapa jenis phising yang banyak beredar mengincar calon korban adalah e-mail; spear phishing (pengiriman lewat e-mail setelah informasi dasar korban dimiliki, seperti nama dan alamat); whaling (teknik phising yang menargetkan individu dengan kewenangan tinggi di sebuah organisasi atau institusi); dan web phising (upaya memanfaatkan web palsu untuk mengelabui calon korban).
Dalam webinar yang sama, Wakil Rektor IV Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Lestari Nurhajati mengungkapkan, dari banyak kasus pencurian data lewat internet, sebanyak 32 % dilakukan dengan metode phising.
Bahkan, di awal 2020 saja, Anti Phishing Working Group mencatat ada 165.772 web phising yang siap menjaring korban. Adapun sektor finansial masih menjadi sasaran utama pelaku kejahatan phising.
“Oleh karena itu, kita diharapkan mampu menyeleksi dan memverifikasi informasi yang masuk untuk kebaikan diri dan sesama. Dengan mengenal ekosistem daring atau transaksi digital dengan lebih baik, kita bisa terhindar dari kegiatan terkait yang merugikan,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Janette Maria Pinariya menerangkan, sektor yang paling banyak menjadi target kejahatan phising webmail sebesar 33,5 % dan diikuti sektor finansial 19,4 %.
Dia membeberkan beberapa jenis phising yang banyak beredar mengincar calon korban adalah e-mail; spear phishing (pengiriman lewat e-mail setelah informasi dasar korban dimiliki, seperti nama dan alamat); whaling (teknik phising yang menargetkan individu dengan kewenangan tinggi di sebuah organisasi atau institusi); dan web phising (upaya memanfaatkan web palsu untuk mengelabui calon korban).
Dalam webinar yang sama, Wakil Rektor IV Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Lestari Nurhajati mengungkapkan, dari banyak kasus pencurian data lewat internet, sebanyak 32 % dilakukan dengan metode phising.
Bahkan, di awal 2020 saja, Anti Phishing Working Group mencatat ada 165.772 web phising yang siap menjaring korban. Adapun sektor finansial masih menjadi sasaran utama pelaku kejahatan phising.
“Oleh karena itu, kita diharapkan mampu menyeleksi dan memverifikasi informasi yang masuk untuk kebaikan diri dan sesama. Dengan mengenal ekosistem daring atau transaksi digital dengan lebih baik, kita bisa terhindar dari kegiatan terkait yang merugikan,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Janette Maria Pinariya menerangkan, sektor yang paling banyak menjadi target kejahatan phising webmail sebesar 33,5 % dan diikuti sektor finansial 19,4 %.
Lihat Juga :