Mengungkap Tantangan Industri Properti pada 2023 di Tengah Bayang-bayang Resesi
Selasa, 29 November 2022 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
“Kalo developer (Podomoro Park) punya program KPR Developer bahkan sampai 60 kali cicilan itu sih luar biasa, jarang ada developer yang seperti itu,” kata Ali
Salah satu program KPR developer dicetuskan oleh developer dari Agung Podomoro pada proyek residensial di Bandung Selatan, Podomoro Park Bandung. Marketing GM Podomoro Park Bandung, Tedi Guswana menyebut ini bagian dari soluasi sekaligus stimulus agar industri properti terus bangkit.
“KPR Developer Podomoro Park bisa dicicil selama 60 kali tanpa bunga jadi gak perlu khawatir kenaikan suku bunga KPR. Ini bagian dari cara kami agar pertumbuhan pembelian tetap maksimal,” ungkap Tedi.
Tedi memperkirakan di tahun 2023 permintaan akan hunian premium akan terus meningkat, apalagi saat ini optimisme dibangun dari multisektor termasuk dukungan positif dari kegiatan pemerintahan.
“Permintaan hunian saya yakin meningkat seiring banyaknya dukungan dan optimisme pemerintah akan pertumbuhan ekonomi, termasuk efek dari kegiatan KTT G20,” kata Tedi.
KTT G20 Memberi Dampak Pertumbuhan Properti Berkelanjutan
Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 memberikan dampak terhadap rencana pengembangan ekonomi di Indonesia. Salah stau kerjasama bilateral yang dilakukan salah satunya dilakukan pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Negara adi daya itu disebut berencana menginvestasikan 700 juta dollar Amerika Serikat yang akan berfokus pada infrastruktur transportasi sadar iklim di 5 provinsi di Indonesia.
Pengembangan infrastruktur akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan properti secara tidak langsung. Seperti yang disampaikan CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda yang menyebut ada banyak manfaat dari KTT G20.
“Dengan adanya kerjasama dengan pemerintah Indonesia pada akhirnya meningkatkan daya beli masyarakat dan ujung-ujungnya beli properti, saya yakin itu,” terang Ali.
Salah satu bentuk implementasi dari KTT G20 adalah rencana pengembangan infrastruktur berkelanjutan seperti MRT dan LRT. Menurut Ali hal itu akan memberikan dampak perkembangan properti di tahun 2023.
Melihat kesiapan developer dalam melewati berbagai tantangan di tahun 2023, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, Presiden Director Indonesia Darmadi Dramawangsa serta Marketing GM Podomoro Park sepakat bahwa tantangan yang akan dilalui memiliki solusi yang terencana dan industri properti masih dalam kategori prospektif.
Salah satu program KPR developer dicetuskan oleh developer dari Agung Podomoro pada proyek residensial di Bandung Selatan, Podomoro Park Bandung. Marketing GM Podomoro Park Bandung, Tedi Guswana menyebut ini bagian dari soluasi sekaligus stimulus agar industri properti terus bangkit.
“KPR Developer Podomoro Park bisa dicicil selama 60 kali tanpa bunga jadi gak perlu khawatir kenaikan suku bunga KPR. Ini bagian dari cara kami agar pertumbuhan pembelian tetap maksimal,” ungkap Tedi.
Tedi memperkirakan di tahun 2023 permintaan akan hunian premium akan terus meningkat, apalagi saat ini optimisme dibangun dari multisektor termasuk dukungan positif dari kegiatan pemerintahan.
“Permintaan hunian saya yakin meningkat seiring banyaknya dukungan dan optimisme pemerintah akan pertumbuhan ekonomi, termasuk efek dari kegiatan KTT G20,” kata Tedi.
KTT G20 Memberi Dampak Pertumbuhan Properti Berkelanjutan
Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 memberikan dampak terhadap rencana pengembangan ekonomi di Indonesia. Salah stau kerjasama bilateral yang dilakukan salah satunya dilakukan pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Negara adi daya itu disebut berencana menginvestasikan 700 juta dollar Amerika Serikat yang akan berfokus pada infrastruktur transportasi sadar iklim di 5 provinsi di Indonesia.
Pengembangan infrastruktur akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan properti secara tidak langsung. Seperti yang disampaikan CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda yang menyebut ada banyak manfaat dari KTT G20.
“Dengan adanya kerjasama dengan pemerintah Indonesia pada akhirnya meningkatkan daya beli masyarakat dan ujung-ujungnya beli properti, saya yakin itu,” terang Ali.
Salah satu bentuk implementasi dari KTT G20 adalah rencana pengembangan infrastruktur berkelanjutan seperti MRT dan LRT. Menurut Ali hal itu akan memberikan dampak perkembangan properti di tahun 2023.
Melihat kesiapan developer dalam melewati berbagai tantangan di tahun 2023, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, Presiden Director Indonesia Darmadi Dramawangsa serta Marketing GM Podomoro Park sepakat bahwa tantangan yang akan dilalui memiliki solusi yang terencana dan industri properti masih dalam kategori prospektif.
(akr)
Lihat Juga :