Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Rencana Pelonggaran Covid-19 di China

Rabu, 30 November 2022 - 08:44 WIB
loading...
Harga Minyak Dunia Naik...
Harga minyak dunia mengalami kenaikan di tengah rencana pelonggaran Covid-19 di China. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan di tengah ekspektasi pelonggaran kontrol ketat Covid-19 di China, Selasa (29/11/2022). Namun demikian kekhawatiran dipicu rencana OPEC+ akan mempertahankan produksinya. Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent beraca di USD83,03 per barel, turun 16 sen atau 0,2%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menetap di USD78,20 per barel, naik 96 sen atau 1,2%.

Pejabat kesehatan China menyatakan bahwa negara tersebut berencana untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk orang lanjut usia dengan tujuan untuk mengatasi hambatan utama dalam upaya melonggarkan pembatasan. "Sebagai importir minyak terbesar dunia, sudah cukup untuk membuat harga minyak melonjak dalam rebound harga signifikan pertama dalam dua minggu terakhir," kata analis ActivTrades Ricardo Evangelista.

Baca Juga: Wall Street Merana Gegara Amazon dan Apple Tumbang

Analis China pun mengatajan protes jalanan yang jarang terjadi di kota-kota di seluruh China selama akhir pekan menargetkan kebijakan nol Covid-19 Presiden Xi Jinping direnspons dengan pembangkangan publik terkuat selama karir politiknya. Tak hanya itu, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) juga mendongkrak harga minyak mentah. Indeks dolar AS telah jatuh ke USD106,65 tertinggi 20 tahun karena investor melihat ke arah Federal Reserve mencapai tingkat puncak awal tahun depan dengan tekanan inflasi diperkirakan akan mereda.

"Rebound yang kuat dilanjutkan oleh melemahnya dolar AS dan kebutuhan untuk mengurangi hilangnya ketersediaan minyak mentah Rusia melalui dimulainya sanksi yang dijadwalkan minggu depan,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Harga minyak, bagaimanapun, terhambat oleh kekhawatiran bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, tidak akan menyesuaikan rencana produksi mereka pada pertemuan berikutnya pada 4 Desember.

Lima sumber OPEC+ mengatakan, OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan kebijakan produksi minyak tidak berubah pada pertemuan hari Minggu. Sementara dua sumber mengatakan pengurangan produksi tambahan juga kemungkinan akan dipertimbangkan. Namun, tidak ada yang berpikir pemotongan lain sangat mungkin terjadi.

Pertemuan tersebut, yang direncanakan sebagai pertemuan tatap muka, dapat dilakukan sebagian atau seluruhnya secara virtual, kata sumber, yang menambah kekhawatiran bahwa pemotongan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. OPEC+ mulai menurunkan target produksinya sebesar 2 juta barel per hari (bph) pada bulan November bertujuan untuk menopang harga minyak. Pasar juga menilai dampak dari batas harga Barat yang menjulang pada minyak Rusia.

Baca Juga: Rusia Protes Vatikan Soal Tudingan Paus Fransiskus pada Tentara Chechnya

Diplomat dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Uni Eropa telah membahas batas atas minyak Rusia antara USD65 dan USD70 per barel, bertujuan untuk membatasi pendapatan guna mendanai serangan militer Moskow di Ukraina tanpa mengganggu pasar minyak global. Namun, pemerintah Uni Eropa gagal menyepakati batas tersebut, dengan Polandia bersikeras itu harus ditetapkan lebih rendah dari tingkat yang diusulkan oleh G7, kata para diplomat.

Batas harga akan mulai berlaku pada 5 Desember, dan jika tidak ada kesepakatan, UE akan menerapkan langkah-langkah lebih keras yang disepakati pada akhir Mei dengan melarang semua impor minyak mentah Rusia mulai 5 Desember dan seterusnya produk minyak bumi mulai 5 Februari.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Rekomendasi
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved