Penerimaan Pajak Makin Seret, Realisasi Turun 12% di Semester I 2020
Kamis, 09 Juli 2020 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Kata dia, sektor pertambangan mengalami kontraksi hingga 42,2% (yoy), disusul industri pengolahan yang juga turun 38,4% (yoy), perdagangan turun 21,2% (yoy), konstruksi dan real estat turun 12,8% (yoy), serta jasa keuangan dan asuransi turun 11,3% (yoy). Hanya sektor transportasi dan pergudangan yang masih mengalami pertumbuhan positif hingga 9,3% (yoy).
"Meski masih terjadi kontraksi, kinerja sektoral di bulan Juni menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik pada sektor-sektor utama. Sektor transportasi bahkan tumbuh positif, namun masih dibayangi ketidakpastian di periode berikutnya," ungkapnya.
(Baca Juga: Tekor! Semester I APBN Defisit Rp257,8 Triliun )
Menurutnya, tren penurunan aktivitas perdagangan internasional dan ekonomi akibat penyebaran virus corona itu telah terlihat sejak kuartal I 2020, dimana kinerja penerimaan pajak mengalami kontraksi 2,5% (yo) serta pajak-pajak atas impor terkontraksi 8,1% (yoy).
Selain itu, perluasan pembatasan sosial dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi turut menambah tekanan pada penerimaan pajak. "Memasuki bulan Juni, seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik," tandasnya.
"Meski masih terjadi kontraksi, kinerja sektoral di bulan Juni menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik pada sektor-sektor utama. Sektor transportasi bahkan tumbuh positif, namun masih dibayangi ketidakpastian di periode berikutnya," ungkapnya.
(Baca Juga: Tekor! Semester I APBN Defisit Rp257,8 Triliun )
Menurutnya, tren penurunan aktivitas perdagangan internasional dan ekonomi akibat penyebaran virus corona itu telah terlihat sejak kuartal I 2020, dimana kinerja penerimaan pajak mengalami kontraksi 2,5% (yo) serta pajak-pajak atas impor terkontraksi 8,1% (yoy).
Selain itu, perluasan pembatasan sosial dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi turut menambah tekanan pada penerimaan pajak. "Memasuki bulan Juni, seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik," tandasnya.
Lihat Juga :