Stok Beras Dinilai Cukup, Tiga Organisasi Pertanian Tolak Impor
Kamis, 01 Desember 2022 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Impor Beras Diprotes, Mendag Siap Mundur)
Jadi kesimpulannya, kata Fathan, Indonesia tidak perlu impor beras. “Yang perlu dipikirkan itu bagaimana kita menjadi negara pengekspor beras. Selain mencukupi kebutuhan pangan sendiri, kita sebenarnya sudah cukup, sekarang bagaimana memikirkan kita bisa ekspor,” katanya.
Pernyataan senada juga dikemukakan oleh Ketua FKP4S Andi Burhan Badurahman. “Tidak perlu impor beras. Walaupun cadangan beras di Bulog menipis, namun cadangan beras di masyarakat masih banyak,” katanya. Solusi agar tidak impor, kata Andi, dengan menerapkan pertanian presisi dan regeneratif.
Penolakan juga datang dari Ketua Umum KTNA Yadi Sofyan Noor melalui keterangan tertulisnya. “Bulog bisa memenuhi gudangnya sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan. Kalau mau membeli gabah kering giling (GKG) atau beras petani dengan harga pasar,” katanya.
(Baca juga:Pemerintah Didesak untuk Segera Impor Beras)
Dari pantauan di lapangan saat ini, menurut Yadi, rata-rata harga beras di penggilingan sebesar Rp10.300 per kilogram (kg), sementara yang ditetapkan Bulog masih Rp9.700 per kg. Harga di penggilingan ditentukan oleh harga gabah di lapangan, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sudah mencapai Rp5.800 per kg.
“Kita sudah sepakat untuk memakai satu sumber data yakni BPS. Data BPS mencatat, produksi beras tahun 2022 mengalami kenaikan. BPS menghitung berdasarkan data dari produksi gabah atau beras secara nasional,” kata Yadi.
Jadi kesimpulannya, kata Fathan, Indonesia tidak perlu impor beras. “Yang perlu dipikirkan itu bagaimana kita menjadi negara pengekspor beras. Selain mencukupi kebutuhan pangan sendiri, kita sebenarnya sudah cukup, sekarang bagaimana memikirkan kita bisa ekspor,” katanya.
Pernyataan senada juga dikemukakan oleh Ketua FKP4S Andi Burhan Badurahman. “Tidak perlu impor beras. Walaupun cadangan beras di Bulog menipis, namun cadangan beras di masyarakat masih banyak,” katanya. Solusi agar tidak impor, kata Andi, dengan menerapkan pertanian presisi dan regeneratif.
Penolakan juga datang dari Ketua Umum KTNA Yadi Sofyan Noor melalui keterangan tertulisnya. “Bulog bisa memenuhi gudangnya sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan. Kalau mau membeli gabah kering giling (GKG) atau beras petani dengan harga pasar,” katanya.
(Baca juga:Pemerintah Didesak untuk Segera Impor Beras)
Dari pantauan di lapangan saat ini, menurut Yadi, rata-rata harga beras di penggilingan sebesar Rp10.300 per kilogram (kg), sementara yang ditetapkan Bulog masih Rp9.700 per kg. Harga di penggilingan ditentukan oleh harga gabah di lapangan, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sudah mencapai Rp5.800 per kg.
“Kita sudah sepakat untuk memakai satu sumber data yakni BPS. Data BPS mencatat, produksi beras tahun 2022 mengalami kenaikan. BPS menghitung berdasarkan data dari produksi gabah atau beras secara nasional,” kata Yadi.
Lihat Juga :