Angkutan Penumpang Turun, KAI Seriusi Bisnis Kargo Saat Pandemi
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:28 WIB
loading...
Foto udara memperlihatkan sejumlah rangkaian kereta api di Dipo Kereta Api Jakarta Kota, Kamis (11/6/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengklaim jika perseroan mulai memokuskan pada pengembangan bisnis logistik. Apalagi, saat ini pendapatan yang berasal dari angkutan penumpang menurun akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pada masa pandemi ini perseroan fokus pada bisnis kargo untuk mengangkut produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Beberapa produk yang biasanya diangkut adalah bahan pokok dan juga produk UMKM seperti peralatan perumahan.
Menurut Didiek langkah ini dilakukan mengingat permintaan terhadap batu bara dan turunannya menurun. Hal ini cukup berpengaruh karena mayoritas produk angkutan logistik KAI merupakan batu bara, semen dan turunannya.
"Pada tahun 2019 mengangkut 47 juta ton. Dimasa pandemi, batubara turun, semen turun, dan BBM. Kita masuk sektor baru yakni UMKM, dimana kami mengangkut bahan pokok," ujarnya dalam acara IDX Channel, Kamis (9/7/2020).
Didiek berharap, upaya perseroan mendorong bisnis kargo ini juga harus didukung oleh kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah komponen pembentukan tarif yang menjadi penyebab sulitnya bersaing dengan angkutan logistik.
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pada masa pandemi ini perseroan fokus pada bisnis kargo untuk mengangkut produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Beberapa produk yang biasanya diangkut adalah bahan pokok dan juga produk UMKM seperti peralatan perumahan.
Menurut Didiek langkah ini dilakukan mengingat permintaan terhadap batu bara dan turunannya menurun. Hal ini cukup berpengaruh karena mayoritas produk angkutan logistik KAI merupakan batu bara, semen dan turunannya.
"Pada tahun 2019 mengangkut 47 juta ton. Dimasa pandemi, batubara turun, semen turun, dan BBM. Kita masuk sektor baru yakni UMKM, dimana kami mengangkut bahan pokok," ujarnya dalam acara IDX Channel, Kamis (9/7/2020).
Didiek berharap, upaya perseroan mendorong bisnis kargo ini juga harus didukung oleh kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah komponen pembentukan tarif yang menjadi penyebab sulitnya bersaing dengan angkutan logistik.
Lihat Juga :