Terungkap, Ini Alasan Bank Indonesia Terbitkan Rupiah Digital
Senin, 05 Desember 2022 - 11:40 WIB
loading...
Bank Indonesia resmi meluncurkan rupiah digital. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan alasan khusus menerbitkan rupiah digital. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ada tiga alasan penting dibalik kebijakan tersebut.
"Satu, karena BI adalah satu-satunya lembaga negara sesuai undang-undang yang berwenang mengeluarkan digital currency sebagai alat pembayaran digital yang sah, yaitu Digital Rupiah," ujar Perry dalam Talkshow Rangkaian BIRAMA : Meniti Jalan Menuju Rupiah Digital secara virtual di Jakarta, Senin (5/12/2022).
Baca Juga: Jadi Alat Pembayaran yang Sah, Ini Fitur-fitur Rupiah Digital
Perry mengatakan bahwa alat pembayaran digital lainnya selain digital rupiah tidak sah. Alasan kedua, karena Bank Indonesia ingin melayani masyarakat.
"BI ingin melayani masyarakat karena sekarang masyarakat kita secara demografi ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran kertas. Ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran berbasis rekening seperti menggunakan kartu, tetapi anak-anak kita, kawan-kawan kita, 60% milenial di BI, di Indonesia juga sekitar 60% didominasi milennial, apalagi anak-anak cucu kita, mereka, anak-anak kita itu memerlukan alat pembayaran digital yang sah," jelasnya.
"Satu, karena BI adalah satu-satunya lembaga negara sesuai undang-undang yang berwenang mengeluarkan digital currency sebagai alat pembayaran digital yang sah, yaitu Digital Rupiah," ujar Perry dalam Talkshow Rangkaian BIRAMA : Meniti Jalan Menuju Rupiah Digital secara virtual di Jakarta, Senin (5/12/2022).
Baca Juga: Jadi Alat Pembayaran yang Sah, Ini Fitur-fitur Rupiah Digital
Perry mengatakan bahwa alat pembayaran digital lainnya selain digital rupiah tidak sah. Alasan kedua, karena Bank Indonesia ingin melayani masyarakat.
"BI ingin melayani masyarakat karena sekarang masyarakat kita secara demografi ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran kertas. Ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran berbasis rekening seperti menggunakan kartu, tetapi anak-anak kita, kawan-kawan kita, 60% milenial di BI, di Indonesia juga sekitar 60% didominasi milennial, apalagi anak-anak cucu kita, mereka, anak-anak kita itu memerlukan alat pembayaran digital yang sah," jelasnya.
Lihat Juga :