Dirut Bank BRI Sunarso Dinobatkan CEO Paling Visioner
Jum'at, 10 Juli 2020 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Dihajar Corona, Dirut BRI Optimistis Kredit Tetap Tumbuh Positif)
Sunarso mengungkapkan sejatinya transformasi sudah dijalankan oleh Bank BRI sejak tahun 2016. “Objek transformasi Bank BRI dilakukan di dua area, yakni digital dan culture. Dan, pandemi yang terjadi mempercepat transformasi tersebut,” katanya.
Dari sisi transformasi digital, lanjut dia, Bank BRI menginovasi produk, bisnis proses dan operasional menyesuaikan perilaku masyarakat seperti dengan menghadirkan pinjaman digital dan simpanan digital dengan tetap tumbuh sehat melalui selective growth. “Sedangkan transformasi culture berpusat pada perubahan kultur yang berbasis kinerja sehingga masing-masing individu bisa merancang keberhasilannya sendiri,” tambahnya.
Selain itu dari sisi kultur, penerapan WFH dan flexy working, perubahan fungsi dan peran jaringan kantor serta penerapan protokol kesehatan di seluruh kantor Bank BRI menjadi sesuatu yang biasa.
Sunarso mengatakan, beriringan dengan program transformasi yang sedang dilakukan, Bank BRI juga mengambil peran aktif dalam kaitannya penyelamatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Krisis kali ini menyerang seluruh segmen lapisan masyarakat, tak terkecuali UMKM dimana mereka tidak bisa menjalankan aktivitas ekonominya karena pandemi. Bank BRI sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia tidak tinggal diam melihat kondisi yang ada dan sejak awal pandemi muncul BRI telah melakukan terobosan dalam kaitannya penyelamatan UMKM di Indonesia,” papar Sunarso.
Sunarso mengungkapkan sejatinya transformasi sudah dijalankan oleh Bank BRI sejak tahun 2016. “Objek transformasi Bank BRI dilakukan di dua area, yakni digital dan culture. Dan, pandemi yang terjadi mempercepat transformasi tersebut,” katanya.
Dari sisi transformasi digital, lanjut dia, Bank BRI menginovasi produk, bisnis proses dan operasional menyesuaikan perilaku masyarakat seperti dengan menghadirkan pinjaman digital dan simpanan digital dengan tetap tumbuh sehat melalui selective growth. “Sedangkan transformasi culture berpusat pada perubahan kultur yang berbasis kinerja sehingga masing-masing individu bisa merancang keberhasilannya sendiri,” tambahnya.
Selain itu dari sisi kultur, penerapan WFH dan flexy working, perubahan fungsi dan peran jaringan kantor serta penerapan protokol kesehatan di seluruh kantor Bank BRI menjadi sesuatu yang biasa.
Sunarso mengatakan, beriringan dengan program transformasi yang sedang dilakukan, Bank BRI juga mengambil peran aktif dalam kaitannya penyelamatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Krisis kali ini menyerang seluruh segmen lapisan masyarakat, tak terkecuali UMKM dimana mereka tidak bisa menjalankan aktivitas ekonominya karena pandemi. Bank BRI sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia tidak tinggal diam melihat kondisi yang ada dan sejak awal pandemi muncul BRI telah melakukan terobosan dalam kaitannya penyelamatan UMKM di Indonesia,” papar Sunarso.
Lihat Juga :