Industri Pulih, DB Schenker Dorong Sistem Logistik Makin Gesit
Selasa, 13 Desember 2022 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Ekspansi
Dengan penerimaan yang stabil dari Penanaman Modal Asing (PMA), pemerintah Indonesia telah membangun infrastruktur, yang memungkinkan interkoneksi jalur domestik dan internasional untuk mencapai pelosok Indonesia.
“Dengan perluasan jaringan transportasi tersebut, saat ini kargo dapat dikirimkan melalui beragam pilihan moda untuk kebutuhan dalam negeri. Dalam operasionalnya, DB Schenker Indonesia sendiri turut mengakomodasi integrasi layanan transportasi dan pergudangan lewat jalur darat (termasuk penggunaan moda kereta), laut, maupun udara," ungkapnya.
"Dampaknya, pelaku industri makin punya pilihan yang beragam untuk memutuskan moda apa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam menghemat biaya, mengurangi waktu transit secara lebih baik, dan memastikan produk terkirim tepat waktu,” kata Victor.
Meskipun strategi logistik multimoda ini dapat memberikan hasil yang positif, tetapi implementasinya sangat bergantung pada teknologi. Sebab itu, DB Schenker di Indonesia menggunakan sistem manajemen transportasi (TMS) yang maju untuk melacak kargo yang dikirimkan lewat darat, laut, atau udara.
Baca Juga: Benahi Sistem Logistik, RI Harus Capai Peringkat 3 ASEAN
Perusahaan juga melengkapi kontainer pengiriman dan truk dengan sensor Internet of Things (IoT) untuk menyimpan semua data pengiriman secara sistematis. Termasuk, informasi tentang posisi, suhu, kelembaban, dan insiden yang berkaitan dengan cahaya atau getaran selama di perjalanan.
Dengan penerimaan yang stabil dari Penanaman Modal Asing (PMA), pemerintah Indonesia telah membangun infrastruktur, yang memungkinkan interkoneksi jalur domestik dan internasional untuk mencapai pelosok Indonesia.
“Dengan perluasan jaringan transportasi tersebut, saat ini kargo dapat dikirimkan melalui beragam pilihan moda untuk kebutuhan dalam negeri. Dalam operasionalnya, DB Schenker Indonesia sendiri turut mengakomodasi integrasi layanan transportasi dan pergudangan lewat jalur darat (termasuk penggunaan moda kereta), laut, maupun udara," ungkapnya.
"Dampaknya, pelaku industri makin punya pilihan yang beragam untuk memutuskan moda apa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam menghemat biaya, mengurangi waktu transit secara lebih baik, dan memastikan produk terkirim tepat waktu,” kata Victor.
Meskipun strategi logistik multimoda ini dapat memberikan hasil yang positif, tetapi implementasinya sangat bergantung pada teknologi. Sebab itu, DB Schenker di Indonesia menggunakan sistem manajemen transportasi (TMS) yang maju untuk melacak kargo yang dikirimkan lewat darat, laut, atau udara.
Baca Juga: Benahi Sistem Logistik, RI Harus Capai Peringkat 3 ASEAN
Perusahaan juga melengkapi kontainer pengiriman dan truk dengan sensor Internet of Things (IoT) untuk menyimpan semua data pengiriman secara sistematis. Termasuk, informasi tentang posisi, suhu, kelembaban, dan insiden yang berkaitan dengan cahaya atau getaran selama di perjalanan.
Lihat Juga :