Ikut Terdampak Ulah Rusia Stop Pasok Gas ke Eropa, Inggris Andalkan AS
Rabu, 14 Desember 2022 - 17:57 WIB
loading...
Inggris telah sepakat untuk menggandakan impor gas AS selama satu tahun ke depan, dalam upaya menstabilkan harga energi dan membantu mengakhiri ketergantungan Eropa pada energi Rusia. Foto/Dok
A
A
A
LONDON - Inggris telah sepakat untuk menggandakan impor gas Amerika Serikat (AS) selama satu tahun ke depan, dalam upaya menstabilkan harga energi yang melonjak. Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak mengatakan, rencana itu akan menurunkan harga bagi konsumen Inggris dan membantu mengakhiri ketergantungan Eropa pada energi Rusia .
Baca Juga: Rusia Tak Lagi Pasok Gas, Musim Dingin Menguji Kesungguhan Eropa Pangkas Konsumsi
Rusia seperti diketahui telah memutus sebagian besar pasokan gasnya ke Eropa selama setahun terakhir setelah invasinya ke Ukraina. Inggris sendiri sejauh ini tidak lagi mengimpor gas Rusia secara langsung, tetapi telah terpukul oleh kenaikan harga di Benua Biru tersebut.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Inggris bertujuan untuk menggandakan impor gas alam cair (LNG) dari AS menjadi 9-10 miliar meter kubik selama tahun depan. Hal itu setara dengan sekitar seperdelapan gas yang digunakan Inggris setiap tahun.
Kedua negara juga akan meningkatkan kolaborasi atas pengembangan teknologi nuklir dan energi hijau. Kemitraan ini akan diarahkan oleh kelompok aksi bersama Inggris-AS yang baru, yang dipimpin oleh pejabat senior dari pemerintah Inggris dan Gedung Putih, dengan pertemuan pertama diadakan secara virtual pada hari Kamis, pekan lalu.
Baca Juga: Rusia Tak Lagi Pasok Gas, Musim Dingin Menguji Kesungguhan Eropa Pangkas Konsumsi
Rusia seperti diketahui telah memutus sebagian besar pasokan gasnya ke Eropa selama setahun terakhir setelah invasinya ke Ukraina. Inggris sendiri sejauh ini tidak lagi mengimpor gas Rusia secara langsung, tetapi telah terpukul oleh kenaikan harga di Benua Biru tersebut.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Inggris bertujuan untuk menggandakan impor gas alam cair (LNG) dari AS menjadi 9-10 miliar meter kubik selama tahun depan. Hal itu setara dengan sekitar seperdelapan gas yang digunakan Inggris setiap tahun.
Kedua negara juga akan meningkatkan kolaborasi atas pengembangan teknologi nuklir dan energi hijau. Kemitraan ini akan diarahkan oleh kelompok aksi bersama Inggris-AS yang baru, yang dipimpin oleh pejabat senior dari pemerintah Inggris dan Gedung Putih, dengan pertemuan pertama diadakan secara virtual pada hari Kamis, pekan lalu.
Lihat Juga :