KKP dan KSP Mendorong Penyaluran BBM Subsidi ke Nelayan Tepat Sasaran

Jum'at, 16 Desember 2022 - 15:23 WIB
loading...
KKP dan KSP Mendorong...
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong penyaluran BBM Subsidi tepat sasaran ke Nelayan. Foto/Dok
A A A
BITUNG - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran ke nelayan . Kepala Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko menekankan, agar penyaluran BBM subsidi bagi nelayan dengan kapal di bawah 30 Gross Tonnage (GT) harus dilakukan tepat waktu, jumlah, dan sasaran.

Baca Juga: Moeldoko Ungkap 69% Nelayan Kecil Kesulitan Beli BBM Bersubsidi

Dia mengatakan, pemerintah telah mengintegrasikan data nelayan di Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) dengan aplikasi My Pertamina.

"Hal itu merupakan upaya kolaborasi dari Kantor Staf Presiden (KSP), kementerian/lembaga, dan PT Pertamina (Persero) untuk memangkas hambatan penyaluran BBM bersubsidi," kata Moeldoko dalam sambutannya di PPS Bitung, Kamis (15/12).

Hal ini disampaikan Moeldoko yang didampingi Dirjen Perikanan Tangkap, M. Zaini Hanafi bersama Kepala Pelabuhan Perikanan Samudra Bitung, Ady Candra saat kunjungan kerja untuk evaluasi penyaluran BBM bersubsidi Nelayan dan pengembangan usaha penangkapan ikan di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Pada kegiatan yang berlangsung Kamis (15/12/2022), dilakukan diskusi untuk menyerap aspirasi nelayan dan pelaku usaha perikanan Kota Bitung, dan penyerahan simbolis bantuan kapal perikanan ukuran <5 GT, serta meninjau pembongkaran tuna di dermaga PPS Bitung.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Tienneke Adam dan Forkompinda Kota Bitung.

Baca Juga: Pertamina dan Polres Luwu Sosialisasi Penggunaan BBM Bersubsidi

Moeldoko meminta kepada nelayan agar kemudahan mendapat solar subsidi tidak disalahgunakan. Untuk itu, kata dia, perlu pendataan lebih baik agar penyaluran kuota solar subsidi benar-benar tepat sasaran.

Dirjen Perikanan Zaini menambahkan sejak dilakukan integrasi data Kusuka dengan My Pertamina, terjadi kenaikan penyerapan solar bersubsidi untuk nelayan. Di PPS kota Bitung, kata dia, jika sebelumnya hanya 500 kiloliter per bulan, kini naik menjadi 790 kiloliter per bulan.

"Kenaikannya sembilan puluh enam persen dari penyerapan setahun. Ini bukti pemerintah tidak pernah menyulitkan nelayan untuk mendapat BBM," kata Zaini.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Rekomendasi
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved