PLN Proyeksikan Konsumsi Listrik Naik 4,74% Capai 283,12 TWh di 2023
Rabu, 21 Desember 2022 - 21:00 WIB
loading...
PLN memproyeksikan tahun depan konsumsi listrik mengalami kenaikan. FOTO/dok.PLN
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan konsumsi listrik tahun depan bisa mencapai 283,12 TWh atau tumbuh 4,74 %. Hal ini didukung pemulihan ekonomi di tahun ini dan kepercayaan publik terhadap perekonomian di tahun depan.
"Demand kelistrikan sempat anjlok bahkan minus karena dampak pandemi. Dengan berbagai best effort, demand kelistrikan ditingkatkan kembali, dan diperkirakan terus mengalami perbaikan seiring pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang," kata Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (21/12/2022).
Baca Juga: 4 Dekade Lagi Konsumsi Listrik Indonesia Diperkirakan Melonjak 6 Kali Lipat
Di samping itu, isu transisi energi menjadi harapan baru bagi perekonomian tahun depan. Sebab, di tengah dunia berlomba mengurangi emisi dengan beralih ke energi yang ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal menjadi ceruk bisnis baru di tahun depan.
"PLN menangkap isu transisi energi ini bukan sekedar tantangan tetapi justru menjadi peluang untuk membuat Indonesia lebih baik dan tumbuh ke depan," ujar Darmawan.
Tantangan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia adalah investasi yang besar. Untuk itu, PLN mengakselerasi pembangunan ekosistem transisi energi yang kondusif dan mengedepankan aspek inovasi serta efisiensi guna mencapai competitiveness.
Baca Juga: Konsumsi Listrik 1.169 kWh per Kapita, Indonesia Paling Tertinggal di ASEAN
"Demand kelistrikan sempat anjlok bahkan minus karena dampak pandemi. Dengan berbagai best effort, demand kelistrikan ditingkatkan kembali, dan diperkirakan terus mengalami perbaikan seiring pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang," kata Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (21/12/2022).
Baca Juga: 4 Dekade Lagi Konsumsi Listrik Indonesia Diperkirakan Melonjak 6 Kali Lipat
Di samping itu, isu transisi energi menjadi harapan baru bagi perekonomian tahun depan. Sebab, di tengah dunia berlomba mengurangi emisi dengan beralih ke energi yang ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal menjadi ceruk bisnis baru di tahun depan.
"PLN menangkap isu transisi energi ini bukan sekedar tantangan tetapi justru menjadi peluang untuk membuat Indonesia lebih baik dan tumbuh ke depan," ujar Darmawan.
Tantangan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia adalah investasi yang besar. Untuk itu, PLN mengakselerasi pembangunan ekosistem transisi energi yang kondusif dan mengedepankan aspek inovasi serta efisiensi guna mencapai competitiveness.
Baca Juga: Konsumsi Listrik 1.169 kWh per Kapita, Indonesia Paling Tertinggal di ASEAN
Lihat Juga :