Konsumsi Listrik 1.169 kWh per Kapita, Indonesia Paling Tertinggal di ASEAN
Jum'at, 25 November 2022 - 15:02 WIB
loading...
Konsumsi listrik per kapita Indonesia masih terbilang rendah. Foto/AldhiChandra/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia ( ESDM ) mengungkap, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih di bawah target, yakni sebesar 1.268 kWh/kapita pada tahun ini. Padahal, konsumsi listrik per kapita dapat menjadi indikasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: DPR Pastikan Revisi UU Migas Bakal Tuntas Sebelum 2024
"Hingga September 2022 konsumsi listrik masih sekitar 1.169 kWh/kapita. Kita tahu makin tinggi konsumsi listrik per kapita dapat diindikasikan semakin tinggi juga pertumbuhan ekonomi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari, Jumat (25/11/2022).
Dia membeberkan, rata-rata konsumsi listrik di ASEAN sudah mencapai 3.672 kWh/kapita. Namun, dalam Renstra Kementerian ESDM, konsumsi listrik per kapita tahun 2024 hanya ditargetkan 1.408 kWh/kapita.
"Artinya kalau kita lihat dari sini sampai 2024 pun sebenarnya kita juga masih ketinggalan jauh sama negara ASEAN lain," ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR, Mulyanto, mengatakan bahwa hingga saat ini Indonesia masih terjadi kesenjangan energi listrik antara di wilayah Indonesia timur dan Indonesia bagian barat.
"Ini yang masih terjadi di Indonesia. Terjadi kesenjangan energi listrik antara Indonesia timur dan Indonesia barat," kata Mulyanto saat dihubungi MNC Portal, Jumat (25/11/2022).
Baca juga: DPR Pastikan Revisi UU Migas Bakal Tuntas Sebelum 2024
"Hingga September 2022 konsumsi listrik masih sekitar 1.169 kWh/kapita. Kita tahu makin tinggi konsumsi listrik per kapita dapat diindikasikan semakin tinggi juga pertumbuhan ekonomi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari, Jumat (25/11/2022).
Dia membeberkan, rata-rata konsumsi listrik di ASEAN sudah mencapai 3.672 kWh/kapita. Namun, dalam Renstra Kementerian ESDM, konsumsi listrik per kapita tahun 2024 hanya ditargetkan 1.408 kWh/kapita.
"Artinya kalau kita lihat dari sini sampai 2024 pun sebenarnya kita juga masih ketinggalan jauh sama negara ASEAN lain," ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR, Mulyanto, mengatakan bahwa hingga saat ini Indonesia masih terjadi kesenjangan energi listrik antara di wilayah Indonesia timur dan Indonesia bagian barat.
"Ini yang masih terjadi di Indonesia. Terjadi kesenjangan energi listrik antara Indonesia timur dan Indonesia barat," kata Mulyanto saat dihubungi MNC Portal, Jumat (25/11/2022).
Lihat Juga :