Bikin Harga Ayam Hidup di Atas HPP, Insan Perunggasan Dukung SE Kementan

Kamis, 22 Desember 2022 - 18:50 WIB
loading...
Bikin Harga Ayam Hidup...
Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) mendukung adanya SE (Surat Edaran) Kementerian Pertanian (Kementan) per Desember 2022 mengenai pengaturan produksi dan kebutuhan DOC FS Ayam ras pedaging. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) mendukung adanya SE (Surat Edaran) Kementerian Pertanian (Kementan) per Desember 2022 mengenai pengaturan produksi dan kebutuhan DOC FS Ayam ras pedaging. Ketua Umum DPP PINSAR Singgih Januratmoko mengatakan, SE sangat membantu bagi perbaikan harga ayam hidup.

"Karena kondisi selama 4 bulan terakhir harga ayam hidup masih di bawah HPP (harga pokok pembelian)," kata Singgih dalam keterangannya, Rabu (21/12).

Baca Juga: Jaga Harga Ayam, Pembibit Minta Pemerintah Lirik Potensi Lokal

Menurut Singgih yang juga anggota Komisi VI DPR, surat edaran Kementan yang pertama diterbitkan pada November 2022 itu terbukti membuat harga ayam hidup saat ini sudah di atas HPP.

Disinggung mengenai apakah perlu ada sanksi bagi perusahaan yang tidak mematuhi SE tersebut, menurut penilaian Singgih, pemerintah harus tegas terhadap perusahaan yang tidak mematuhi SE mengingat SE sangat membantu bagi kelangsungan hidup peternak.

Diakui Singgih, memasuki tahun 2023 para peternak ayam rakyat masih menghadapi berbagai masalah klasik musiman yang seharusnya bisa cepat diselesaikan. Apalagi, ancaman daging ayam impor Brasil yang jauh lebih murah, bisa menggerus keberadaan peternak rakyat.

“Harapan kami di PINSAR, setelah gonjang-ganjing harga telur dan ayam hidup pada 2022, situasi 2023 lebih kondusif. Harga telur selama delapan bulan terakhir sudah stabil di atas HPP, tetapi harga ayam pedaging masih di bawah HPP,” tambah Singgih.

Baca Juga: Rapat Bareng Peternak, Mendag Zulkifli Minta Jaga Stabilitas Harga Ayam

Singgih mengatakan, Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP) yang dibuat pemerintah selama ini tidak bisa dengan mudah dipraktikkan karena persoalan supply and demand bibit ayam (DOC).

Di sisi lain, lanjut Singgih, harga ayam hidup (LB) di tingkat peternak membaik pada bulan Desember 2022 ini setelah pemerintah mengeluarkan SE agar perusahaan besar (integrator) mengatur suplai DOC.

Menurut Singgih, peran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian RI, sangat besar dalam mengendalikan suplai DOC. “Kami berharap pada 2023, Ditjen PKH tetap bisa mengeluarkan kebijakan pengaturan suplai DOC, agar tidak berlebih,” harap Singgih

Namun kebijakan PKH, menurut Singgih tidak bisa mulus pada 2023. Pasalnya, terdapat beberapa perusahaan pembibitan atau breeding farm, yang dengan tegas menolak pengaturan suplai DOC tersebut, “Terhadap perusahaan breeding tersebut, kami berharap pemerintah mengevaluasi fasilitas yang telah diberikan kepada mereka, seperti kuota GPS. Tanpa dukungan pemerintah, peternak rakyat bisa habis,” pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Jurus Dharma Jaya Tekan...
Jurus Dharma Jaya Tekan Harga Ayam Hidup: Gandeng Penyewa RPH Pulogadung
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Rekomendasi
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved