Rapat Bareng Peternak, Mendag Zulkifli Minta Jaga Stabilitas Harga Ayam

Kamis, 24 November 2022 - 19:59 WIB
loading...
Rapat Bareng Peternak, Mendag Zulkifli Minta Jaga Stabilitas Harga Ayam
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bertemu dengan gabungan pengusaha peternak. FOTO/dok.Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan bertemu dengan perwakilan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU). Zulhas menekankan pentingnya alokasi impor Grand Parent Stock atau GPS untuk pengusaha UMKM dan mengingatkan soal ketersedian pasokan.

"Alokasi impor Grand Parent Stock (GPS) untuk pengusaha UMKM. Jaminan pasokan cukup untuk kestabilan pangan dan kecukupan protein bagi warga Indonesia," kata Mendag Zulkfli dalam pernyataannya, Kamis (24/11/2022).

Mendag menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan prima hingga minimalisir gagal usaha saat pertemuan dengan GPPU. Dalam pertemuan tersebut, Mendag Zulhas juga meminta peternak ikut menjaga stabilitas harga ayam.

Baca Juga: Mendag Zulhas Pantau Harga Bapok di Sumatra Utara

Dia meminta komitmen anggota GPPU untuk membantu Pemerintah dalam menjaga stabilitas harga yang wajar untuk produk hasil (daging ayam ras dan telur ayam ras) dan input produksi (DOC/bibit dan pakan) baik di tingkat eceran/konsumen maupun di tingkat peternak/produsen.

Ia juga berharap kepada anggota GPPU untuk melaksanakan kebijakan pengaturan populasi (cutting produksi) dengan penuh kejujuran dan sungguh-sungguh apabila diinstruksikan oleh kementerian dan lembaga (K/L) terkait. "Kemendag akan mengevaluasi permohonan Persetujuan Impor anggota GPPU apabila tidak memegang teguh komitmen untuk menjaga dan menciptakan iklim usaha perunggasan yang kondusif," ujarnya.

Baca Juga: Mendag Zulhas Sebut Pebisnis India Tertarik Garap IKN Nusantara

Pertemuan antara Zulhas dan GPPU dilatarbelakangi harga ayam ras di tingkat peternak yang sangat fluktuatif dan sering berada di bawah harga pokok produksi (HPP). Harga ayam di pasar Rp 32.000 per kilogram (kg), seharusnya Rp 35.000 per kg. "Hal ini dikarenakan tidak seimbangnya supply-demand, surplus pasokan yang berlebih, sekitar 1 miliar ekor atau setara 1 juta ton dalam setahun," kata dia.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0994 seconds (10.177#12.26)