Dapat Bimbingan SETC, Omzet UMKM Ini Sentuh Puluhan Juta
Jum'at, 23 Desember 2022 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Bagi UMKM, kehadiran SETC menjadi laboratorium penting demi meningkatkan kapasitas, baik itu dari sisi hardskill maupun softskill. Lasti Suhartini, yang berasal dari Malang, mengatakan SETC memiliki pengaruh signifikan baginya, khususnya ketika situasi pandemi dua tahun lalu lagi tinggi-tingginya.
Perempuan dengan latar belakang arsitektur tapi memiliki kegemaran di bidang mode ini mengaku sangat terbantu dengan bimbingan dari SETC selama pandemi. Memulai bisnis dengan produksi masker, kini Lasti mulai merambah ke bisnis baju lukis sesuai dengan passion yang dimiliki.
Saat ini, Lasti mengaku mampu mengembangkan bisnisnya yang kini memiliki omzet di kisaran Rp 8-10 juta per bulan. Pada saat ramai, omzetnya bisa mencapai Rp20 juta per bulan. Tidak hanya itu, efek domino ikut dirasakan oleh orang sekitar lewat pemberian lapangan kerja kepada empat orang.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Neneng Apriani, pebisnis bawang hitam asal Malang. Bisnis ini berawal ketika dirinya tidak sengaja memproduksi bawang hitam sebagai bagian dari pengobatan alternatif yang ditempuh. Lewat bimbingan SETC, Neneng mampu menangkap celah pasar yang pemainnya masih relatif terbatas.
Secara personal, Neneng yang pernah masuk 10 besar kompetisi bergengsi nasional yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengaku bangga menjadi bagian dari UMKM binaan SETC.
Perempuan dengan latar belakang arsitektur tapi memiliki kegemaran di bidang mode ini mengaku sangat terbantu dengan bimbingan dari SETC selama pandemi. Memulai bisnis dengan produksi masker, kini Lasti mulai merambah ke bisnis baju lukis sesuai dengan passion yang dimiliki.
Saat ini, Lasti mengaku mampu mengembangkan bisnisnya yang kini memiliki omzet di kisaran Rp 8-10 juta per bulan. Pada saat ramai, omzetnya bisa mencapai Rp20 juta per bulan. Tidak hanya itu, efek domino ikut dirasakan oleh orang sekitar lewat pemberian lapangan kerja kepada empat orang.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Neneng Apriani, pebisnis bawang hitam asal Malang. Bisnis ini berawal ketika dirinya tidak sengaja memproduksi bawang hitam sebagai bagian dari pengobatan alternatif yang ditempuh. Lewat bimbingan SETC, Neneng mampu menangkap celah pasar yang pemainnya masih relatif terbatas.
Secara personal, Neneng yang pernah masuk 10 besar kompetisi bergengsi nasional yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengaku bangga menjadi bagian dari UMKM binaan SETC.
Lihat Juga :