Mendag dan Kepala Bapanas Kompak Tepis Kabar Harga Beras RI Termahal se-ASEAN
Jum'at, 23 Desember 2022 - 12:24 WIB
loading...
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (rompi biru). Foto/MPI/Advenia Elisabeth
A
A
A
BOGOR - Harga beras di Indonesia disebut sebagai yang termahal di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Pernyataan itu disampaikan oleh Bank Dunia (World Bank) di tengah pro-kontra atas keputusan pemerintah mengimpor beras.
Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pernyataan Bank Dunia itu tak sama dengan data di Indonesia.
"Siapa bilang? Enggak! Cek aja Google coba: BPS Singapura harga beras. Bukan BPS Indonesia lho. Saya nggak ngatain (data salah), tapi tidak (mahal). Ya, cek aja," ujarnya usai meninjau harga kebutuhan pokok di Superindo Padjajaran Bogor, Jumat (23/12/2022).
Baca juga: BULOG Catat Sejarah, Penyaluran Beras Operasi Pasar Tembus 1,2 Juta Ton
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi juga menyampaikan hal senada. Menurut dia, mahal atau murahnya harga beras bukan hanya semata-mata persoalan harga melainkan daya beli masyarakatnya.
"Jadi, beras itu bukan hanya semata-mata harganya tetapi daya beli masyarakat. Yang penting itu daya beli masyarakat bisa," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pernyataan Bank Dunia itu tak sama dengan data di Indonesia.
"Siapa bilang? Enggak! Cek aja Google coba: BPS Singapura harga beras. Bukan BPS Indonesia lho. Saya nggak ngatain (data salah), tapi tidak (mahal). Ya, cek aja," ujarnya usai meninjau harga kebutuhan pokok di Superindo Padjajaran Bogor, Jumat (23/12/2022).
Baca juga: BULOG Catat Sejarah, Penyaluran Beras Operasi Pasar Tembus 1,2 Juta Ton
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi juga menyampaikan hal senada. Menurut dia, mahal atau murahnya harga beras bukan hanya semata-mata persoalan harga melainkan daya beli masyarakatnya.
"Jadi, beras itu bukan hanya semata-mata harganya tetapi daya beli masyarakat. Yang penting itu daya beli masyarakat bisa," tuturnya.
Lihat Juga :