Harga Beras Premium Masih Tinggi, Kemendag-Bulog Gencarkan Operasi Pasar
Jum'at, 23 Desember 2022 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Impor Beras 200 Ribu Ton, Pemerintah Rogoh Kocek hingga Rp 1,76 Triliun
Sementara itu, selain beras, Mendag juga meninjau bahan kebutuhan pokok lainnya di antaranya telur ayam ras yang harganya terpantau masih stabil.
Mendag bilang, kendati secara nasional rata-rata di kisaran Rp31.000-33.000 per kilogram (kg), pemerintah tengah berupaya menekan harga telur ayam supaya tidak semakin mahal. Salah satunya dengan memberikan subsidi biaya angkut.
Dia mengatakan, bahwasanya pemerintah memiliki anggaran dana belanja biaya tidak terduga (BTT) sebesar 2%. Dana tersebut bisa digunakan untuk mendanai ongkos angkut maupun subsidi.
"Begini, kalo harganya naik lebih dari 5%, Walikota akan turun tangan. Ongkos telur misalnya dari Blitar, itu bisa ditanggung oleh pemerintah daerah. Kalau masih naik juga bisa subsidi harga, pendek kata pemerintah akan melakukan segala upaya agar barangnya ada, harganya terjangkau. Tidak lebih dari 5 persen," ujarnya.
Sementara itu, selain beras, Mendag juga meninjau bahan kebutuhan pokok lainnya di antaranya telur ayam ras yang harganya terpantau masih stabil.
Mendag bilang, kendati secara nasional rata-rata di kisaran Rp31.000-33.000 per kilogram (kg), pemerintah tengah berupaya menekan harga telur ayam supaya tidak semakin mahal. Salah satunya dengan memberikan subsidi biaya angkut.
Dia mengatakan, bahwasanya pemerintah memiliki anggaran dana belanja biaya tidak terduga (BTT) sebesar 2%. Dana tersebut bisa digunakan untuk mendanai ongkos angkut maupun subsidi.
"Begini, kalo harganya naik lebih dari 5%, Walikota akan turun tangan. Ongkos telur misalnya dari Blitar, itu bisa ditanggung oleh pemerintah daerah. Kalau masih naik juga bisa subsidi harga, pendek kata pemerintah akan melakukan segala upaya agar barangnya ada, harganya terjangkau. Tidak lebih dari 5 persen," ujarnya.
Lihat Juga :