Daftar Harta Karun yang Dihasilkan Freeport Selain Emas, Nomor 3 Jarang Diketahui tapi Vital

Sabtu, 24 Desember 2022 - 09:13 WIB
loading...
Daftar Harta Karun yang...
Tambang Freeport tak hanya menghasilkan emas semata. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Mendengar nama Freeport , yang pertama kali terlintas di pikiran adalah emas. Maklumlah, tambang Freeport di Papua merupakan salah satu tambang emas terbesar di dunia.

Baca juga: Sri Mulyani Bertandang ke Tambang Freeport, Urusan Apa?

Diperkirakan cadangan emas Grasberg, bagian dari Freeport, mencapai 106,2 juta ons. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat cadangan emas di Siberia, Rusia.

Berdasarkan perhitungan pada 2012, tambang emas Olimpiada, tambang di Siberia, memiliki cadangan sebesar 47,5 juta ons. Hingga Desember 2019, MIND ID, induk Freeport Indonesia, mengungkap bahwa cadangan (proven+probable) untuk emas Freeport Indonesia secara keseluruhan 29,08 juta troy ons.

Sejatinya, selain emas masih ada beberapa "harta karun" yang dihasilkan oleh Freeport. Bahkan, ada mineral yang sebenarnya merupakan bahan tambang yang paling banyak dihasilkan oleh Freeport.
Berikut tiga bahan tambang yang dihasilkan Freeport selain emas:

1. Tembaga
Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas pernah mengatakan bahwa mengatakan, komoditas yang dihasilkan oleh Freeport dengan kandungan mineral utama adalah tembaga. Dari ore (bijih mentah) yang ditambang oleh Freeport tembaga merupakan mineral yang paling banyak didapatkan.

Menurut Tony, dari satu hasil tambang bijih atau ore, di dalamnya terdapat kandungan 1% persen. Sementara emas hanya dapat diperoleh sekitar 1 gram, dari hasil tambang ore sebanyak 1 ton. Jadi dalam 1 ton ore yang dihasilkan, kandungan tembaganya sebanyak 10 kg.

Mengutip laporan Freeport-McMoRan, produksi tembaga Freeport Indonesia pada 2021 berhasil mencapai 1,34 miliar pon (670 ribu ton), dan menjadi produksi tertinggi sejak 2011. Dari tahun 2011 hingga 2021, tembaga yang sudah dikeduk Freeport mencapai 4,9 juta ton.

2. Perak
Perak merupakan salah satu bahan mineral hasil bumi. Perak merupakan logam transisi lunak berwarna putih dan mengkilap. Perak juga punya nilai jual yang ditinggi, meski harganya di bawah emas.

Perak juga memiliki beberapa manfaat. Yang utama adalah digunakan untuk bahan pokok keperluan industri. Perak memiliki konduktivitas terhadap listrik yang tinggi jadi digunakan dalam fabrikasi sirkuit listrik. Selain itu menjadi bahan utama pelapis uap dalam industri elektronik. Perak juga digunakan sebagai bahan baku uang logam.

Manfaat perak itu membuat Freeport terus berupaya memperbesar produksinya. Tahun lalu, produksi perak Freeport mencapai 6 juta ons. Nah di tahun ini produksinya ditargetkan menjadi 6,4 juta ons.

3. Molibdenum
Nama mineral tambang ini jarang terdengar. Masih kalah pamor oleh emas maupun tembaga, molibdenum merupakan hasil sampingan dari proses biji tembaga.

Tahun 2018 lalu, molibdenum yang dihasilkan oleh Freeport sebanyak 1,98 juta kg. Dalam skala industri, senyawa molibdenum digunakan dalam aplikasi tekanan tinggi dan suhu tinggi sebagai pigmen dan katalis.

Baca juga: Tak Ada Lapas di Anambas, 9 Terpidana Terpaksa Dikirim ke Rutan Tanjungpinang

Molibdenum adalah material yang banyak dipakai pada industri besi baja. Molibdenum yang mampu bertahan di suhu tinggi membuat meterial ini umum digunakan di berbagai bahan missal armor steel dan bahan-bahan pesawat terbang.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Rekomendasi
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Infografis
Jarang Diketahui, Berikut...
Jarang Diketahui, Berikut 7 Makanan yang Mengandung Nikotin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved