Komunitas Kretek: Kabar Jokowi Larang Penjualan Rokok Eceran Tidak Benar

Selasa, 27 Desember 2022 - 09:17 WIB
loading...
Komunitas Kretek: Kabar...
Komunitas Kretek menanggapi terkait kabar Jokowi melarang penjualan rokok eceran. FOTO/MPI/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Komunitas Kretek menanggapi isu terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang penjualan rokok eceran. Kabar tersebut tidak benar karena baru sebatas usulan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Isu rokok ketengan dilarang ini pembohongan publik. Tidak terjadi dan baru sebatas usul," tegas juru bicara Komunitas Kretek Jibal Windiaz melalui pernyataannya, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga: Jokowi Bakal Larang Penjualan Rokok Ketengan, Begini Curhat Pedagang

Menurut dia larangan tersebut rencananya akan dimasukkan dalam revisi peraturan pemerintah (PP) 109. Selain belum terjadi, usulan tersebut juga banyak ditolak termasuk oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian).

"Jadi pembahasan revisi PP 109 sebagai dasar kebijakan belum tentu terwujud. Apalagi para pemangku kepentingan juga bersepakat untuk menolak itu. Karena itu, kabar yang beredar belakangan ini adalah tidak benar," jelasnya.

Dia menandaskan menurunkan prevalensi perokok di bawah umur melalui larangan penjualan eceran tidak tepat sasaran. Selain anak-anak di bawah umur tetap bisa mengakses dengan membeli rokok bungkusan, penegakkan aturan penjualan adalah solusi terbaik dari permasalahan tersebut.

Baca Juga: Harga Rokok Naik, Pemerintah Terbitkan Desain Pita Cukai Baru

"Untuk mengurangi prevalensi perokok di bawah umur pemerintah hanya perlu tegas dalam penegakkan aturan yang sudah ada, tak perlu sampai revisi aturan atau buat aturan baru. Aturan lama saja belum optimal, lebih baik ditegakkan," tegas Jibal.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Upaya Peningkatan Target...
Upaya Peningkatan Target Penjualan, MNC Finance Gelar Agent Gathering Bersama CarDekho Group
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Jokowi Terima Surat...
Jokowi Terima Surat FIFA: Alhamdulillah Indonesia Tidak Disanksi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved