Kaleidoskop Bursa Saham: Jelang Akhir Tahun IHSG Terdepak dari Zona 7.000

Selasa, 27 Desember 2022 - 16:17 WIB
loading...
A A A
Dengan semua sentimen positif yang berkeliaran itu, makanya ada analis yang memperkirakan IHSG akan menembus lebih tinggi lagi, di atas level 7.100. Bahkan IHSG diperkirakan bisa menembus 7.200 hingga 7.250.

Meski IHSG bisa naik ke 7.250, tetap saja membuyarkan prediksi banyak kalangan saat awal tahun. Saat itu, IHSG diramal bisa menembus angka 7.400 hingga 7.500.

Bukan prediksi yang mengada-ada atau bombastis. Pasalnya, di sepanjang tahun 2021, ketika pandemi masih menerjang, bursa saham Indonesia justru membukukan kinerja positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 10,08% secara year-to-date (ytd). Capaian itu lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang menurun 5,09%.

Kinerja positif IHSG sepanjang tahun 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi nasional yang mencapai 3,69%. Angka itu melesat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang terkontraksi atau minus 2,07%.

Aksi pemerintah yang terus menggempur pandemi lewat vaksinasi besar-besaran, plus berbagai kebijakan stimulus yang digelontorkan di tahun 2022 membuat para pelaku bursa kian optimistis bahwa pasar saham Indonesia akan kembali mentereng. Apalagi di tahun 2022 pemerintah masih melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan alokasi anggaran Rp445 triliun.

Sejumlah kalangan optimistis ekonomi nasional tahun 2022 akan tumbuh lebih baik dibanding 2021. Selain program PEN, kenaikan harga komoditas juga menjadi keyakinan semakin membaiknya ekonomi.


IPO GOTO, antara Harapan dan Kenyataan


Pertumbuhan ekonomi yang kuat akan berdampak pada emiten di pasar modal sehingga mengerek harga saham mereka. Ujungnya, harga saham yang naik akan mendongkrak IHSG.

Ditambah lagi, di tahun 2022 akan bermunculan perusahaan-perusahaan teknologi di pasar saham. Salah satunya adalah IPO GOTO.

Memang Bukalapak sudah lebih dulu melapak, tepatnya pada awal Agustus 2021, di bursa dan menuai hasil yang "boncos". Sepanjang 2021, dimulai sejak hari pertama IPO hingga penutupan perdagangan akhir tahun, saham BUKA anjlok hampir 60%, dari Rp1.060 menjadi Rp430.

Namun sejumlah pelaku pasar modal meyakini bahwa saham GOTO tak akan semalang nasib BUKA. Berbagai analisis, juga bercampur "pompom", meyakini saham GOTO akan melesat ketika IPO dan sesudahnya.

Keyakinan itu didasarkan pada sejumlah perbedaan antara BUKA dan GOTO. Pertama, setelah merger antara Gojek dan Tokopedia pada Mei 2021, status GOTO adalah dacacorn dengan valuasi di atas USD10 miliar, sedangkan BUKA masih unicorn dengan valuasi USD1 miliar.

GOTO juga menghadirkan bisnis yang lengkap dibanding BUKA, bahkan GOTO disebut-sebut memiliki ekosistem bisnis yang utuh, sehingga lebih prospektif. GOTO mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi, serta keuangan yang bisa mendongkrak kinerja perusahaan.

Pelan tapi pasti, meski kerap diselingi fluktuasi, bursa saham menggeliat di awal-awal tahun 2022. Dibuka pada level 6.665 pada perdagangan awal tahun (3/1/2022), IHSG sukses mencapai rekor di angka 7.210 pada penutupan pekan pertama April (8/4/2022).

GOTO pun resmi IPO pada 11 April 2022 dengan harga Rp338. Dalam ringkasan prospektus disebutkan GoTo akan melepas 52 miliar saham baru seri A atau 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. GOTO mendapat raihan dana IPO mencapai Rp15,8 triliun.

Kaleidoskop Bursa Saham: Jelang Akhir Tahun IHSG Terdepak dari Zona 7.000
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Berita Terkini
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Infografis
Akhir Tahun, Taiwan...
Akhir Tahun, Taiwan bakal Dapatkan HIMARS Baru dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved