Kaleidoskop Bursa Saham: Jelang Akhir Tahun IHSG Terdepak dari Zona 7.000
Selasa, 27 Desember 2022 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Meski harga saham GOTO sempat menyentuh level Rp400 saat IPO, namun IHSG jutsru terpleset ke angka 7.203. Esok harinya IHSG siuman dengan menggapai posisi 7.214.
Pada 21 April 2022, IHSG mencapai puncak tertingginya di level 7.276. Hari itu juga harga saham GOTO masih bertengger di angka Rp340.
Level 7.276 ternyata menjadi saksi atas capaian IHSG di sepanjang tahun 2022 sebelum ambrol di bulan-bulan berikutnya, hingga ujung tahun. Jumat 13 Mei 2022 seolah bak "friday the thirteent" buat IHSG, yang nyusuruk ke 6.597.
Faktor global dituding sebagai penyebab hancurnya IHSG pada Mei. Inflasi Amerika Serikat menembus 8,6% sehingga memicu kenaikan suku bunga The Fed, plus lockdown China, membuat pasar keuangan global terguncang.
Imbasnya, dana asing berhamburan keluar dari pasar saham domestik dan merontokkan IHSG. Pada periode 9 hingga 13 Mei 2022, investor asing yang melakukan aksi jual bersih mencapai Rp9,1 triliun.
Saham GOTO pun rontok lebih dari separuhnya di hari yang sama. Pada 13 Mei saham GOTO hanya dibanderol Rp194.
Seiring bangkitnya saham GOTO, IHSG pun kembali menggeliat. Pada akhir pekan pertama Juni, IHSG kembali melewati batas psikologis 7.000 dengan menggapai level 7.193. Sementara harga saham GOTO meroket di Rp384.
Namun kejayaan IHSG di atas level 7.000 tak bertahan lama, pada 1 Juli petaka GOTO yang menyeret IHSG dimulai. Pada perdagangan awal pekan Juli harga GOTO turun ke Rp370.
Penurunan itu terus berlarut-larut hingga GOTO terjerembab di bawah level Rp100 pada 9 Desember. Sejumlah analis menilai kejathuan harga GOTO turut menyeret kejatuhan IHSG hingga menjauhi level 7.000.
Melansir 2nd Session Closing IDX Channel, Senin (26/12/2022), saham GOTO menjadi saham yang paling memberatkan pergerakan IHSG setelah anjlok sebesar 74,6% hingga akhir pekan lalu. Pelemahan tersebut berkontribusi sebesar 457 poin terhadap penurunan IHSG.
GOTO tak sendirian menjadi biang keladi anjloknya IHSG. Saham yang juga menjadi laggard bagi IHSG adalah saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang melemah hingga 76,6% sepanjang tahun berjalan. Pelemahan ini berkontribusi sebesar 122,3 poin terhadap penurunan IHSG.
Banyak pandangan menyeruak untuk menjawab mengapa saham GOTO yang pernah digadang-gadang bakal berkibar justru nyungsep tak keruan. Mulai dari faktor ekonomi global hingga kerugian yang diderita perusahaan. Tiga tahun sebelum IPO, ternyata GOTO didera kerugian hingga belasan triliun.
Baca juga: Tahun Baru 2023, Seluruh Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Lebat
Kini, tahun 2022 tinggal menghitung hari. Apakah ada keajaiban bagi GOTO dan IHSG? Kita lihat saja nanti!
Pada 21 April 2022, IHSG mencapai puncak tertingginya di level 7.276. Hari itu juga harga saham GOTO masih bertengger di angka Rp340.
Level 7.276 ternyata menjadi saksi atas capaian IHSG di sepanjang tahun 2022 sebelum ambrol di bulan-bulan berikutnya, hingga ujung tahun. Jumat 13 Mei 2022 seolah bak "friday the thirteent" buat IHSG, yang nyusuruk ke 6.597.
Faktor global dituding sebagai penyebab hancurnya IHSG pada Mei. Inflasi Amerika Serikat menembus 8,6% sehingga memicu kenaikan suku bunga The Fed, plus lockdown China, membuat pasar keuangan global terguncang.
Imbasnya, dana asing berhamburan keluar dari pasar saham domestik dan merontokkan IHSG. Pada periode 9 hingga 13 Mei 2022, investor asing yang melakukan aksi jual bersih mencapai Rp9,1 triliun.
Saham GOTO pun rontok lebih dari separuhnya di hari yang sama. Pada 13 Mei saham GOTO hanya dibanderol Rp194.
Seiring bangkitnya saham GOTO, IHSG pun kembali menggeliat. Pada akhir pekan pertama Juni, IHSG kembali melewati batas psikologis 7.000 dengan menggapai level 7.193. Sementara harga saham GOTO meroket di Rp384.
Namun kejayaan IHSG di atas level 7.000 tak bertahan lama, pada 1 Juli petaka GOTO yang menyeret IHSG dimulai. Pada perdagangan awal pekan Juli harga GOTO turun ke Rp370.
Penurunan itu terus berlarut-larut hingga GOTO terjerembab di bawah level Rp100 pada 9 Desember. Sejumlah analis menilai kejathuan harga GOTO turut menyeret kejatuhan IHSG hingga menjauhi level 7.000.
Melansir 2nd Session Closing IDX Channel, Senin (26/12/2022), saham GOTO menjadi saham yang paling memberatkan pergerakan IHSG setelah anjlok sebesar 74,6% hingga akhir pekan lalu. Pelemahan tersebut berkontribusi sebesar 457 poin terhadap penurunan IHSG.
GOTO tak sendirian menjadi biang keladi anjloknya IHSG. Saham yang juga menjadi laggard bagi IHSG adalah saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang melemah hingga 76,6% sepanjang tahun berjalan. Pelemahan ini berkontribusi sebesar 122,3 poin terhadap penurunan IHSG.
Banyak pandangan menyeruak untuk menjawab mengapa saham GOTO yang pernah digadang-gadang bakal berkibar justru nyungsep tak keruan. Mulai dari faktor ekonomi global hingga kerugian yang diderita perusahaan. Tiga tahun sebelum IPO, ternyata GOTO didera kerugian hingga belasan triliun.
Baca juga: Tahun Baru 2023, Seluruh Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Lebat
Kini, tahun 2022 tinggal menghitung hari. Apakah ada keajaiban bagi GOTO dan IHSG? Kita lihat saja nanti!
(uka)
Lihat Juga :