Jerman Makin Pede Bakal Baik-baik Saja Tanpa Minyak Rusia

Rabu, 28 Desember 2022 - 10:14 WIB
loading...
A A A
"Karena sifat minyak mentah, pencampuran minyak mentah selama transportasi dalam pipa dan kapal tanker tidak dapat dihindari dan juga diizinkan di bawah sanksi UE," kata juru bicara itu.

Ditambahkan juga bahwa "pencampuran tidak boleh meningkatkan produksi atau penjualan minyak mentah Rusia, atau menghasilkan manfaat yang dapat dihindari bagi perusahaan Rusia, kecuali untuk biaya transportasi yang diperlukan."

KMG Trading Kazakhstan, anak perusahaan minyak negara KazMunayGas JSC, menempatkan 13 juta ton per tahun ke dalam sistem pipa Rusia dan dialokasikan jumlah Ural yang setara untuk kemudian dapat dijual secara internasional.

Namun, produsen minyak Kazakhstan belum mengajukan permintaan resmi kepada Transneft Rusia untuk mengirimkan minyak ke Jerman melalui pipa Druzhba pada Januari, menurut juru bicara Igor Dyomin.

"Semua permintaan pengiriman pada Januari melalui Druzhba telah disetujui, dan sampai sekarang tidak ada volume Kazakh yang akan dikirim ke Jerman," katanya.

"Ada kemungkinan untuk membuat perubahan dalam rencana pengiriman di Januari, tetapi hanya pada paruh kedua bulan ini," bebernya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Rekomendasi
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved