YLKI: Rencana Bedakan Tarif KRL Antara Kaya dan Miskin, Ide Absurd
Jum'at, 30 Desember 2022 - 14:47 WIB
loading...
YLKI ikut mengomentari rencana pemerintah menyesuaikan skema pemberian subsidi tarif KRL (Kereta Rel Listrik) antara orang kaya dan miskin. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ikut mengomentari rencana pemerintah menyesuaikan skema pemberian subsidi tarif KRL (Kereta Rel Listrik) antara orang kaya dan miskin. Ketua Pengurus YLKI, Tulus Abadi menilai, bahwa rencana perbedaan tarif KRL antara Si Kaya dan Miskin merupakan ide yang absurd atau aneh.
“Jadi wacana pembedaan tarif KRL atas dasar status sosial ekonomi penumpang KRL ini ide yang absurd,” kata Tulus, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: Tarif KRL Bakal Dibedakan Kaya dan Miskin, KRL Mania: Dapat Terjadi Kekacauan
Menurut Tulus, subsidi untuk angkutan umum, apalagi angkutan umum masal seperti KRL, merupakan subsidi yang paling tepat sasaran. “Kalau subsidi pada tarif KRL dibilang tidak tepat sasaran, lalu mau disebut apa subsidi Rp 80 juta pada pengguna mobil listrik?,” ucapnya.
Lebih lanjut, Tulus mengatakan, bahwa seharusnya pemerintah berterima kasih kepada masyarakat karena memilih angkutan umum. Terutama kepada mereka yang berdasi karena telah meninggalkan mobilnya dan beralih kepada angkutan umum baik KRL ataupun Transjakarta.
“Jadi wacana pembedaan tarif KRL atas dasar status sosial ekonomi penumpang KRL ini ide yang absurd,” kata Tulus, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: Tarif KRL Bakal Dibedakan Kaya dan Miskin, KRL Mania: Dapat Terjadi Kekacauan
Menurut Tulus, subsidi untuk angkutan umum, apalagi angkutan umum masal seperti KRL, merupakan subsidi yang paling tepat sasaran. “Kalau subsidi pada tarif KRL dibilang tidak tepat sasaran, lalu mau disebut apa subsidi Rp 80 juta pada pengguna mobil listrik?,” ucapnya.
Lebih lanjut, Tulus mengatakan, bahwa seharusnya pemerintah berterima kasih kepada masyarakat karena memilih angkutan umum. Terutama kepada mereka yang berdasi karena telah meninggalkan mobilnya dan beralih kepada angkutan umum baik KRL ataupun Transjakarta.
Lihat Juga :