Raih Premi Lebih dari Rp2,7 Triliun, Indonesia Re Catat Kinerja Moncer di 2022
Jum'at, 30 Desember 2022 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi, komposisi bisnis Indonesia Re terdiri dari tiga bisnis utama, yaitu reasuransi umum, reasuransi jiwa dan investasi. Hingga saat ini, jelas Delil, porsi paling besar dikelola oleh lini reasuransi umum.
Delil menjelaskan lini bisnis harta benda atau asuransi properti di Indonesia meningkat signifikan sejak 2014 atau saat Otoritas Jasa Keuangan mulai menerapkan regulasi atau surat edaran (SE) terkait tarif asuransi tersebut.
“Setelah SE OJK diterapkan, Indonesia Re terus mencari kondisi optimal dalam mengunderwrite lini bisnis tersebut sehingga tim Indonesia Re terus mengkaji kebutuhan pasar dan berusaha sebaik mungkin mengelola kapasitas yang dimiliki sehingga portofolio kelas bisnis fire (asuransi kebakaran) terus berkembang secara berkesinambungan sampai tahun 2022 ini,” jelas Delil.
Indonesia Re, kata Delil, mengembangkan lini bisnis harta benda dengan sejumlah strategi. Menurutnya, strategi utama pengembangan asuransi properti adalah dengan pengelolaan kapasitas dan harga yang sesuai.
“Dalam hal ini underwriter harus memastikan bahwa kapasitas yang diberikan kepada perusahaan asuransi telah mempertimbangkan tingkat risiko, expenses dan margin untuk perusahaan," ucapnya.
Delil menjelaskan lini bisnis harta benda atau asuransi properti di Indonesia meningkat signifikan sejak 2014 atau saat Otoritas Jasa Keuangan mulai menerapkan regulasi atau surat edaran (SE) terkait tarif asuransi tersebut.
“Setelah SE OJK diterapkan, Indonesia Re terus mencari kondisi optimal dalam mengunderwrite lini bisnis tersebut sehingga tim Indonesia Re terus mengkaji kebutuhan pasar dan berusaha sebaik mungkin mengelola kapasitas yang dimiliki sehingga portofolio kelas bisnis fire (asuransi kebakaran) terus berkembang secara berkesinambungan sampai tahun 2022 ini,” jelas Delil.
Indonesia Re, kata Delil, mengembangkan lini bisnis harta benda dengan sejumlah strategi. Menurutnya, strategi utama pengembangan asuransi properti adalah dengan pengelolaan kapasitas dan harga yang sesuai.
“Dalam hal ini underwriter harus memastikan bahwa kapasitas yang diberikan kepada perusahaan asuransi telah mempertimbangkan tingkat risiko, expenses dan margin untuk perusahaan," ucapnya.
Lihat Juga :