Meneropong Harga Minyak Mentah di 2023 Saat Perang Rusia Ukraina Berlanjut

Sabtu, 31 Desember 2022 - 10:50 WIB
loading...
Meneropong Harga Minyak...
Harga minyak mentah dunia sepanjang 2022 sudah seperti roller coaster, dimana sempat menyentuh level tertinggi USD 130 per Barel di tengah perang Rusia Ukraina. Berikut proyeksinya pada 2023. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia sepanjang 2022 sudah seperti naik roller coaster, dimana sempat menyentuh level tertinggi USD 130 per Barel pada bulan Maret di tengah perang Rusia Ukraina . Tapi di akhir tahun, West Texas Intermediate diperdagangkan pada sekitar USD 80/barel, sedangkan Brent Internasional melayang di atas USD 83 per barel.

Perlambatan ekonomi dunia, kebijakan lockdown China dan penguatan dolar Amerika Serikat (USD) telah membuat harga minyak turun lebih dari 23% dalam enam bulan terakhir.

Baca Juga: Rusia Jual Minyak Mentah di Bawah USD 60 per Barel ke India, Pertanda Apa?

Lalu apa yang harus dilakukan saat pasar bears? berikut perkiraan dari para ekonomi dan analis minyak terkait pergerakan harga komoditas pada tahun 2023. Berikut beberapa prediksi mereka dan alasan di baliknya.

Proyeksi Rata-rata Harga Minyak/barel:

Citi: Brent USD 80, WTI USD 75 per Barel

Hal yang menjadi dasar proyeksi Citi yakni permintaan minyak tahun depan akan tumbuh menjadi sekitar 1,2 atau 1,3 juta barel per hari. Pasokan akan tumbuh dua kali lipat dari jumlah itu selama tahun depan, beberapa di antaranya berasal dari AS, Brasil, Kanada, Guyana, Argentina, mungkin Venezuela dan bahkan Meksiko.

JPMorgan: Brent USD 90/Barel

Perkiraan JPMorgan untuk harga Brent USD 90/Barel pada tahun 2023 bertumpu pada pandangan bahwa aliansi OPEC+ akan melakukan pekerjaan berat untuk menjaga pasar tetap seimbang tahun depan.

Diprediksi pasokan akan tumbuh 30% di atas laju permintaan pada tahun 2023, karena produksi Rusia sepenuhnya dinormalisasi dan kombinasi proyek konvensional (Brasil, Norwegia, Guyana) dan nonkonvensional (AS, Kanada, Argentina) memasok tambahan 1,6 mbd.

OPIS: Brent USD95-96, WTI USD 90 per Barel

Harga rata-rata 2022 untuk WTI tampaknya bakal berada di kisaran USD 94.50/bbl. Diprediksi bahwa 2023 akan ada peningkatan sedikit di bawah angka USD 90/bbl untuk WTI, sedangkan kemungkinan untuk Brent pada posisi USD 95-USD 96/bbl kemungkinan untuk Brent.

Tepatnya seberapa tinggi angka-angka ini bergerak di atas rata-rata, akan tergantung pada keberhasilan pembukaan kembali China usai kebijakan nol Covid-19. Ditambah kemampuan negara-negara Barat untuk menghindari resesi yang signifikan.

Baca Juga: Jerman Makin Pede Bakal Baik-baik Saja Tanpa Minyak Rusia

Sebagai informasi Oil Price Information Service (OPIS) adalah lembaga pelaporan harga yang biasa dipakai untuk kontrak komersial dan penyelesaian perdagangan terkait minyak bumi, bensin, solar, etanol, biodiesel, LP-gas, bahan bakar jet, minyak mentah, gas alam, petrokimia, plastik daur ulang, bahan baku kilang.

Perusahaan ini berbasis di Rockville, Maryland, AS dan memiliki kantor di Wall, New Jersey, Houston, Texas, St. Paul, Minnesota, lalu di Swedia, Rumania, Singapura hingga Jepang.

Infrastructure Capital Advisors: USD 80- USD 100/Barel

"Kami memperkirakan minyak akan diperdagangkan di kisaran USD80-USD100 sementara perang Ukraina berlanjut. Permintaan minyak China kemungkinan akan pulih usai berakhirnya kebijakan lockdown nol-Covid," jelasnya.

Bagaimana dengan Saham terkait Energi?

Komoditas terkait energi mengakhiri tahun ini sebagai pemenang di antara sektor-sektor lain, dengan XLE (XLE) naik 55% secara year to date. Investor mungkin bertanya-tanya apakah mereka dapat mengulangi kinerja positif 2022 pada tahun 2023.

"Saya pikir ini akan menjadi perdagangan yang lebih sulit pada tahun 2023, tetapi masih bisa berhasil. Ini berdasarkan fakta bahwa perusahaan-perusahaan ini tidak membuat keputusan gegabah tentang peningkatan produksi ketika minyak mentah reli," kata Pedagang Energi Senior AS CIBC Private Wealth, Rebecca Babin.

Ditambahkan ahli strategi tersebut bahwa berdasarkan valuasi yang relatif rendah, saham energi dapat diperdagangkan dengan sangat baik.

"Sekarang, saya tidak tahu apakah mereka akan mengungguli pasar lainnya seperti yang mereka miliki tahun ini, tetapi saya pikir ada perdagangan struktural jangka panjang, ekuitas energi AS akan menghasilkan hasil yang baik antara 2023 hingga 2024," kata Babin.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Dua Terdakwa Kasus Tata...
Dua Terdakwa Kasus Tata Kelola Minyak Mentah Divonis 6 Tahun Penjara
Uni Emirat Arab Resmi...
Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC, Harga Minyak Bakal Meledak?
Rekomendasi
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved