Perencanaan APBN Disebut Serampangan, Ekonom: Beruntung 2022 Ada Durian Runtuh
Kamis, 05 Januari 2023 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, peristiwa serupa terjadi pada awal adanya covid-19. Utang yang pada APBN 2020 direncanakan hanya sekitar Rp 600 triliun, namun karena posisi otoriter pemerintah dan DPR juga tidak ada tanggapan apa-apa sehingga angkanya membengkak.
“Akhirnya dari Rp600 triliun awal covid, sumber justifikasi krisis otoriter dilakukan dan DPR tidak bisa apa-apa dengan Perpu. DPR juga tidak diberikan kekuasaan apa-apa. Dari Rp600 triliun dengan alasan covid ditetapkan Rp5.500 triliun , realisasinya Rp6.100 triliun ini luar biasa,” terang Didik.
Beruntung lanjut Didik, pada 2022 ada durian runtuh (lonjakan harga komoditas), sehingga desisit yang dicanangkan Rp600 triliun menjadi Rp 450 triliun. “Artinya kita beruntung tetapi perencanaannya melibatkan selisih Rp300 hingga Rp400 triliun dalam belanja itu perencanaan yang serampangan,” tegasnya.
Sebagai informasi Didik juga telah menegaskan bahwa calon pemimpin bangsa harus paham bagaimana APBN dibuat. Kemudian bagaimana implementasi di lapangan, mana yang sudah sesuai dan mana yang belum.
Sementara itu sebelumnya Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan defisit APBN Tahun 2022 berhasil mencapai angka di bawah 3% yakni 2,38% atau lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai 4,57%. Defisit dan keseimbangan primer turun signifikan mendekati level sebelum pandemi disertai pembiayaan anggaran yang lebih efisien.
“Akhirnya dari Rp600 triliun awal covid, sumber justifikasi krisis otoriter dilakukan dan DPR tidak bisa apa-apa dengan Perpu. DPR juga tidak diberikan kekuasaan apa-apa. Dari Rp600 triliun dengan alasan covid ditetapkan Rp5.500 triliun , realisasinya Rp6.100 triliun ini luar biasa,” terang Didik.
Beruntung lanjut Didik, pada 2022 ada durian runtuh (lonjakan harga komoditas), sehingga desisit yang dicanangkan Rp600 triliun menjadi Rp 450 triliun. “Artinya kita beruntung tetapi perencanaannya melibatkan selisih Rp300 hingga Rp400 triliun dalam belanja itu perencanaan yang serampangan,” tegasnya.
Sebagai informasi Didik juga telah menegaskan bahwa calon pemimpin bangsa harus paham bagaimana APBN dibuat. Kemudian bagaimana implementasi di lapangan, mana yang sudah sesuai dan mana yang belum.
Sementara itu sebelumnya Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan defisit APBN Tahun 2022 berhasil mencapai angka di bawah 3% yakni 2,38% atau lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai 4,57%. Defisit dan keseimbangan primer turun signifikan mendekati level sebelum pandemi disertai pembiayaan anggaran yang lebih efisien.
Lihat Juga :