Bikin Daftar Hitam Direksi BUMN, Erick Thohir Curiga Ada Jual Beli Jabatan
Kamis, 05 Januari 2023 - 15:05 WIB
loading...
Merencanakan daftar hitam (blacklist) direksi BUMN, ada beberapa indikator utama yang menjadi acuan Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ada beberapa indikator utama yang menjadi acuan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memasukan Direksi BUMN ke dalam daftar hitam (blacklist). Salah satunya, pernah melakukan tindak pidana korupsi atau kasus hukum berat lainnya.
Kementerian BUMN tengah menerapkan sistem daftar hitam untuk manajemen perusahaan pelat merah yang bermasalah secara hukum dan terlibat praktik korupsi. Daftar itu digunakan untuk melarang mantan koruptor atau orang yang bermasalah dengan hukum menjadi Dewan Direksi BUMN kedepannya.
Baca Juga: Bukan Gertak Sambal, Erick Thohir Bakal Blacklist Mitra BUMN Nakal
Menteri BUMN, Erick Thohir juga memasukan rekam jejak sebagai indikator lainnya. Di mana, pejabat BUMN yang memiliki track record buruk saat mengelola perusahaan akan masuk dalam daftar hitam.
"Mau ada blacklist bersama dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Orang-orang terbukti korupsi, track record-nya jelek pindah dari BUMN satu ke BUMN lain gak bagus juga, tapi naik terus. Jangan-jangan ada jual beli jabatan," ungkap kepada wartawan, dikutip Kamis (5/1/2023).
Kementerian BUMN tengah menerapkan sistem daftar hitam untuk manajemen perusahaan pelat merah yang bermasalah secara hukum dan terlibat praktik korupsi. Daftar itu digunakan untuk melarang mantan koruptor atau orang yang bermasalah dengan hukum menjadi Dewan Direksi BUMN kedepannya.
Baca Juga: Bukan Gertak Sambal, Erick Thohir Bakal Blacklist Mitra BUMN Nakal
Menteri BUMN, Erick Thohir juga memasukan rekam jejak sebagai indikator lainnya. Di mana, pejabat BUMN yang memiliki track record buruk saat mengelola perusahaan akan masuk dalam daftar hitam.
"Mau ada blacklist bersama dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Orang-orang terbukti korupsi, track record-nya jelek pindah dari BUMN satu ke BUMN lain gak bagus juga, tapi naik terus. Jangan-jangan ada jual beli jabatan," ungkap kepada wartawan, dikutip Kamis (5/1/2023).
Lihat Juga :