Ekonom Sebut Pemerintahan Akan Datang Bisa Diwarisi Utang Belasan Triliun
Jum'at, 06 Januari 2023 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Didik, ketika masa pemerintahan saat ini berakhir, maka akan mewariskan jumlah utang yang fantastis untuk pemerintah berikutnya. “Ditambah BUMN Rp2.000-Rp3.000 (triliun), itu (nantinya) belasan triliun utang yang diwariskan pada pemimpin akan datang,” tuturnya.
Menurut Didik, meski banyak kalangan, termasuk dirinya, sudah sering berbicara mengenai porsi utang pemerintah, namun semua itu sama sekali tak disambut baik. Padahal, kata dia, lonjakan utang tersebut akan berimplikasi pada pengelolaan keuangan negara.
“Implikasinya kepada APBN ke depan yang akan habis untuk membayar utang,” tegasnya.
Lebih jauh ia menerangkan, melonjaknya utang terjadi saat masa-masa Covid-19. Saat itu pemerintah jorjoran mengeluarkan perppu yang menambahkan defisit anggaran. “Awal Covid itu sumber justifikasi dan DPR enggak bisa apa-apa dengan perppu,” ujar Didik.
Di samping itu, Didik pun tak bisa menangkis bahwa sebenarnya ekonomi dan politik tidak bisa dipisahkan. Hanya saja yang disayangkan terlalu banyak kongkalikong yang membuat fungsi check dan balance di DPR menjadi sangat lemah.
Menurut Didik, meski banyak kalangan, termasuk dirinya, sudah sering berbicara mengenai porsi utang pemerintah, namun semua itu sama sekali tak disambut baik. Padahal, kata dia, lonjakan utang tersebut akan berimplikasi pada pengelolaan keuangan negara.
“Implikasinya kepada APBN ke depan yang akan habis untuk membayar utang,” tegasnya.
Lebih jauh ia menerangkan, melonjaknya utang terjadi saat masa-masa Covid-19. Saat itu pemerintah jorjoran mengeluarkan perppu yang menambahkan defisit anggaran. “Awal Covid itu sumber justifikasi dan DPR enggak bisa apa-apa dengan perppu,” ujar Didik.
Di samping itu, Didik pun tak bisa menangkis bahwa sebenarnya ekonomi dan politik tidak bisa dipisahkan. Hanya saja yang disayangkan terlalu banyak kongkalikong yang membuat fungsi check dan balance di DPR menjadi sangat lemah.
Lihat Juga :