Ekonom Sebut Pemerintahan Akan Datang Bisa Diwarisi Utang Belasan Triliun

Jum'at, 06 Januari 2023 - 11:21 WIB
loading...
Ekonom Sebut Pemerintahan...
Pemerintahan yang akan datang bisa diwarisi utang yang besar. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance ( Indef ), Didik J. Rachbini, mewanti-wanti utang pemerintah yang terus membengkak. Menurutnya, posisi dan rasio utang pemerintah saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Baca juga: Utang Pemerintah Indonesia Tembus Rp7.554,25 Triliun, Masih Aman?

Pada November 2022, Kementerian Keuangan melaporkan posisi utang pemerintah mencapai Rp7.554,2 triliun dengan rasio utang mencapai 38,6% dari PDB. Pada 2014 posisi utang pemerintah baru sebesar Rp2.608,78 triliun.

“2014 posisi utang itu Rp2.600-an (triliun), SBY diserang habis-habisan dalam kampanye hingga di hari-hari biasa. Sampai November 2022 utang itu (sekarang) Rp7.500-an (triliun),” ujar Didik dalam diskusi INDEF, dikutip Jumat (6/1/2023).

Didik menerangkan, utang Indonesia yang tercatat di Kementerian Keuangan itu belum termasuk utang perusahaan-perusahaan negara atau BUMN. Jika ditotal menyeluruh, maka jumlahnya akan melejit lagi.

Menurut Didik, ketika masa pemerintahan saat ini berakhir, maka akan mewariskan jumlah utang yang fantastis untuk pemerintah berikutnya. “Ditambah BUMN Rp2.000-Rp3.000 (triliun), itu (nantinya) belasan triliun utang yang diwariskan pada pemimpin akan datang,” tuturnya.

Menurut Didik, meski banyak kalangan, termasuk dirinya, sudah sering berbicara mengenai porsi utang pemerintah, namun semua itu sama sekali tak disambut baik. Padahal, kata dia, lonjakan utang tersebut akan berimplikasi pada pengelolaan keuangan negara.

“Implikasinya kepada APBN ke depan yang akan habis untuk membayar utang,” tegasnya.

Lebih jauh ia menerangkan, melonjaknya utang terjadi saat masa-masa Covid-19. Saat itu pemerintah jorjoran mengeluarkan perppu yang menambahkan defisit anggaran. “Awal Covid itu sumber justifikasi dan DPR enggak bisa apa-apa dengan perppu,” ujar Didik.

Di samping itu, Didik pun tak bisa menangkis bahwa sebenarnya ekonomi dan politik tidak bisa dipisahkan. Hanya saja yang disayangkan terlalu banyak kongkalikong yang membuat fungsi check dan balance di DPR menjadi sangat lemah.

Baca juga: Nadiem Harap Pemda Angkat Guru Penggerak Jadi Kepala Sekolah

“Ekonomi dan politik tidak bisa dipisahkan. Ada fakta berdasarkan defisit anggaran terjadi karena perencanaan anggaran kurang matang. Perkembangan utang meningkat akhirnya kondisi politik merusak demokrasi di Indonesia,” tandasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Tak Tepat Kaitkan Utang...
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
Rekomendasi
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Per Juli 2024, Pemerintah...
Per Juli 2024, Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp266,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved