Jadi Tempat Buangan Barang Impor Bisa Picu PHK di Industri Tekstil
Kamis, 12 Januari 2023 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
"Masalahnya China, Bangladesh, Vietnam, punya kesulitan ekspor yang sama ke Amerika dan Eropa. Jadi mereka mencari market lain, dan market yang terbuka adalah Indonesia, jadi buang barang di sini," sambungnya.
Lebih lanjut, Redma mengungkapkan bahwa saat masih terjadi pandemi Covid 19, pertumbuhan industri serat dan benang filament Indonesia (APSYFI) pada kuartal I dan II 2022 masih tumbuh sekitar 8-13%. Menurutnya pertumbuhan itu disebabkan karena saat itu terjadi kelangkaan kontainer dan terganggunya rantai pasok sehingga produk impor tak masuk dan produk Indonesia menguasai pasar domestik.
Baca juga: Volkswagen Beri Sinyal Akan Hentikan Penjualan Polo dan Golf?
"Pasar domestik yang menentukan, karena kalau barang impor masih banyak jadi utilitas kita turun, yang akhirnya ada perubahan karyawan dan PHK," pungkasnya.
Lebih lanjut, Redma mengungkapkan bahwa saat masih terjadi pandemi Covid 19, pertumbuhan industri serat dan benang filament Indonesia (APSYFI) pada kuartal I dan II 2022 masih tumbuh sekitar 8-13%. Menurutnya pertumbuhan itu disebabkan karena saat itu terjadi kelangkaan kontainer dan terganggunya rantai pasok sehingga produk impor tak masuk dan produk Indonesia menguasai pasar domestik.
Baca juga: Volkswagen Beri Sinyal Akan Hentikan Penjualan Polo dan Golf?
"Pasar domestik yang menentukan, karena kalau barang impor masih banyak jadi utilitas kita turun, yang akhirnya ada perubahan karyawan dan PHK," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :