Terungkap, Ada 40 Perusahaan Baja Nakal yang Bikin Produk Tak Sesuai SNI
Kamis, 12 Januari 2023 - 21:59 WIB
loading...
Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, ada 40 daftar perusahaan baja nakal yang memproduksi besi baja yang tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI). Foto/Advenia
A
A
A
BANTEN - Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan mengendus, ada 40 perusahaan baja dalam negeri yang memproduksi besi baja yang tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI) . Dia membeberkan, Banten menjadi markas dari 40 perusahaan itu untuk memproduksinya.
"Ada 40 perusahaan yang sejenis ini. Bulan lalu ada baja lapis seng, itu juga bahaya sekali. Jadi ini harus ditertibkan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia," ujar Zulhas -sapaan akrab Mendag- di PT Long Teng Iron and Steel Product di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (12/1/2023).
Baca Juga: Tak Sesuai Standar, Mendag Lebur Baja Seberat 2.302 Ton
Lebih lanjut dia, mengatakan PT Long Teng Iron and Steel Product menjadi salah satu dari 40 daftar perusahaan baja nakal itu. Saat penyidakan, Mendag menyidak baja tulangan beton (BjTB) berjumlah 419.537 batang dengan berat 2.302 ton tak ber-SNI.
Produk baja beton itu nantinya akan dimusnahkan dengan cara dilebur. Zulhas berharap, pemusnahan ini memberi efek jera bagi industri, apalagi di wilayah Banten yang menurutnya cukup banyak industri baja yang tak taat aturan.
"Ada 40 perusahaan yang sejenis ini. Bulan lalu ada baja lapis seng, itu juga bahaya sekali. Jadi ini harus ditertibkan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia," ujar Zulhas -sapaan akrab Mendag- di PT Long Teng Iron and Steel Product di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (12/1/2023).
Baca Juga: Tak Sesuai Standar, Mendag Lebur Baja Seberat 2.302 Ton
Lebih lanjut dia, mengatakan PT Long Teng Iron and Steel Product menjadi salah satu dari 40 daftar perusahaan baja nakal itu. Saat penyidakan, Mendag menyidak baja tulangan beton (BjTB) berjumlah 419.537 batang dengan berat 2.302 ton tak ber-SNI.
Produk baja beton itu nantinya akan dimusnahkan dengan cara dilebur. Zulhas berharap, pemusnahan ini memberi efek jera bagi industri, apalagi di wilayah Banten yang menurutnya cukup banyak industri baja yang tak taat aturan.
Lihat Juga :