Minyak Rusia Dihantam Embargo dan Batas Harga, Moskow Rugi Rp 2,5 Triliun Setiap Hari
Minggu, 15 Januari 2023 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok negara kaya G7, Australia dan UE seperti diketahui telah sepakat menerapkan batas harga USD 60 per barel pada minyak Rusia sejak 5 Desember 2022. Kebijakan itu terjadi bersamaan dengan langkah UE dan Inggris yang memberlakukan larangan impor minyak mentah Rusia lewat jalur laut.
Bersama-sama, sanksi Barat sejauh ini mencerminkan langkah paling signifikan untuk membatasi pendapatan ekspor bahan bakar fosil yang mendanai serangan Kremlin di Ukraina.
Di sisi lain analis energi cenderung skeptis tentang dampak batas harga pada minyak Rusia, terutama karena Moskow telah mampu mengalihkan sebagian besar pengiriman lintas laut dari Eropa ke negara-negara seperti China, India dan Turki.
Rusia membalas sanksi Barat pada akhir bulan lalu dengan melarang penjualan minyak ke negara-negara yang mematuhi pembatasan harga.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan, batas harga Barat pada minyak Rusia tidak akan memengaruhi kemampuannya untuk mempertahankan apa yang digambarkannya sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina. Peskov juga memperingatkan, sanksi Barat itu akan mengacaukan pasar energi global, seperti dilansir Reuters.
Sementara itu seorang juru bicara Kementerian Keuangan Rusia belum mengomentari temuan dalam laporan tersebut.
Ketahanan Finansial
Penasihat ekonomi Presiden Ukraina, Oleg Ustenko mengatakan, Rusia yang kehilangan pendapatan dari ekspor bahan bakar fosil sebagai akibat dari kebijakan Barat menjadi kabar yang sangat baik. Namun ditekankan olehnya hal itu belum cukup.
Bersama-sama, sanksi Barat sejauh ini mencerminkan langkah paling signifikan untuk membatasi pendapatan ekspor bahan bakar fosil yang mendanai serangan Kremlin di Ukraina.
Di sisi lain analis energi cenderung skeptis tentang dampak batas harga pada minyak Rusia, terutama karena Moskow telah mampu mengalihkan sebagian besar pengiriman lintas laut dari Eropa ke negara-negara seperti China, India dan Turki.
Rusia membalas sanksi Barat pada akhir bulan lalu dengan melarang penjualan minyak ke negara-negara yang mematuhi pembatasan harga.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan, batas harga Barat pada minyak Rusia tidak akan memengaruhi kemampuannya untuk mempertahankan apa yang digambarkannya sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina. Peskov juga memperingatkan, sanksi Barat itu akan mengacaukan pasar energi global, seperti dilansir Reuters.
Sementara itu seorang juru bicara Kementerian Keuangan Rusia belum mengomentari temuan dalam laporan tersebut.
Ketahanan Finansial
Penasihat ekonomi Presiden Ukraina, Oleg Ustenko mengatakan, Rusia yang kehilangan pendapatan dari ekspor bahan bakar fosil sebagai akibat dari kebijakan Barat menjadi kabar yang sangat baik. Namun ditekankan olehnya hal itu belum cukup.
Lihat Juga :