Gas Rusia Diramalkan Pada Akhirnya Bakal Kembali ke Eropa
Senin, 16 Januari 2023 - 06:49 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Qatar mengungkapkan, dia percaya bahwa gas Rusia pada akhirnya akan kembali ke Eropa.
Menteri Energi UEA, Suhail al-Mazrouei berbicara pada panel yang sama di Abu Dhabi, setuju bahwa "untuk waktu yang sangat lama, gas akan ada di sana". Sementara saat lebih banyak energi terbarukan akan dipasang, dibutuhkan lebih banyak investasi dalam gas.
"Seluruh dunia perlu memikirkan sumber daya dan bagaimana memungkinkan perusahaan memproduksi lebih banyak gas agar tersedia dan terjangkau," kata Mazrouei.
Baca Juga: Lupakan Rusia, Jerman Kejar Tutup Kesepakatan Gas dengan UEA
Kaabi mengatakan, tidak adil bagi beberapa orang di Barat sebagai bagian dari dorongan energi hijaunya untuk mengatakan negara-negara Afrika tidak boleh mengebor minyak dan gas ketika itu penting bagi ekonomi mereka dan dunia membutuhkan lebih banyak pasokan.
Mazrouei juga mengutrakan, banyak negara menerapkan strategi yang "tidak jelas" sehingga mempersulit mereka untuk berkomitmen pada kontrak gas jangka panjang. Pada gilirannya menyulitkan perusahaan energi mendapatkan pembiayaan untuk berinvestasi dalam mengembangkan kapasitas produksi.
Menteri Energi UEA, Suhail al-Mazrouei berbicara pada panel yang sama di Abu Dhabi, setuju bahwa "untuk waktu yang sangat lama, gas akan ada di sana". Sementara saat lebih banyak energi terbarukan akan dipasang, dibutuhkan lebih banyak investasi dalam gas.
"Seluruh dunia perlu memikirkan sumber daya dan bagaimana memungkinkan perusahaan memproduksi lebih banyak gas agar tersedia dan terjangkau," kata Mazrouei.
Baca Juga: Lupakan Rusia, Jerman Kejar Tutup Kesepakatan Gas dengan UEA
Kaabi mengatakan, tidak adil bagi beberapa orang di Barat sebagai bagian dari dorongan energi hijaunya untuk mengatakan negara-negara Afrika tidak boleh mengebor minyak dan gas ketika itu penting bagi ekonomi mereka dan dunia membutuhkan lebih banyak pasokan.
Mazrouei juga mengutrakan, banyak negara menerapkan strategi yang "tidak jelas" sehingga mempersulit mereka untuk berkomitmen pada kontrak gas jangka panjang. Pada gilirannya menyulitkan perusahaan energi mendapatkan pembiayaan untuk berinvestasi dalam mengembangkan kapasitas produksi.
Lihat Juga :