5 Jenis Emas yang Pas untuk Investasi, Pilih Mana?
Senin, 16 Januari 2023 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
3. Emas Koin
Emas koin atau koin emas juga kerap dipakai sebagai alat investasi. Harga koin emas umumnya mengalami kenaikan setiap tahun. Adapun koin emas ini terbuat dari emas murni.
Di pasar internasional, contoh koin emas yang paling banyak tersedia di antaranya South African Krugerrands, Canadian Maple Leafs, dan American Gold Eagles.
Harga koin emas mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan kandungan emasnya. Koin yang dapat dikoleksi sesuai permintaan biasanya sering diperdagangkan dengan harga premium.
Koin American Gold Eagle misalnya, untuk ukuran satu ons dijual seharga lebih dari USD2.000 pada pertengahan September 2020 silam. Harga tersebut hampir 5% lebih tinggi dibandingkan emas batangan dengan berat yang setara.
Untuk mendapatkan koin emas bisa saja membelinya dari kolektor namun akan lebih aman untuk melakukan pembelian dari dealer berlisensi yang memiliki reputasi baik.
Baca juga: China Bikin Koin Emas dan Perak untuk Rayakan Pembangunan Stasiun Luar Angkasa Tiangong
4. Emas Digital
Jenis emas ini disimpan secara digital. Seiring pesatnya digitalisasi, emas digital menjadi instrumen investasi yang kian diminati lantaran praktis dan mudah dibeli secara daring (online) dan tidak repot menyimpannya.
Emas yang dijual merupakan emas murni 24 karat. Harganya pun lebih terjangkau dibanding jenis emas lainnya. Bahkan saat ini dengan modal uang recehan atau uang kembalian belanja pun bisa langsung diinvestasikan di emas digital.
5. Emas Granule
Jenis emas ini relatif jarang ditemui di pasar. Bentuknya serbuk dan acap digunakan oleh para perajin emas. Dengan emas ini, perajin membuat perhiasan dengan kadar rendah dan harganya murah.
Selain kelima jenis emas tersebut, ada pilihan investasi emas yang bisa disesuaikan dengan preferensi dan kemampuan Anda untuk mengambil risiko. Antara lain berupa saham emas, ETF emas dan reksa dana atau kontrak berjangka dan opsi spekulatif. Terlepas dari bentuk emas yang dipilih, ahli menyarankan Anda mengalokasikan tidak lebih dari 10% dari portofolio Anda untuk itu.
Emas koin atau koin emas juga kerap dipakai sebagai alat investasi. Harga koin emas umumnya mengalami kenaikan setiap tahun. Adapun koin emas ini terbuat dari emas murni.
Di pasar internasional, contoh koin emas yang paling banyak tersedia di antaranya South African Krugerrands, Canadian Maple Leafs, dan American Gold Eagles.
Harga koin emas mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan kandungan emasnya. Koin yang dapat dikoleksi sesuai permintaan biasanya sering diperdagangkan dengan harga premium.
Koin American Gold Eagle misalnya, untuk ukuran satu ons dijual seharga lebih dari USD2.000 pada pertengahan September 2020 silam. Harga tersebut hampir 5% lebih tinggi dibandingkan emas batangan dengan berat yang setara.
Untuk mendapatkan koin emas bisa saja membelinya dari kolektor namun akan lebih aman untuk melakukan pembelian dari dealer berlisensi yang memiliki reputasi baik.
Baca juga: China Bikin Koin Emas dan Perak untuk Rayakan Pembangunan Stasiun Luar Angkasa Tiangong
4. Emas Digital
Jenis emas ini disimpan secara digital. Seiring pesatnya digitalisasi, emas digital menjadi instrumen investasi yang kian diminati lantaran praktis dan mudah dibeli secara daring (online) dan tidak repot menyimpannya.
Emas yang dijual merupakan emas murni 24 karat. Harganya pun lebih terjangkau dibanding jenis emas lainnya. Bahkan saat ini dengan modal uang recehan atau uang kembalian belanja pun bisa langsung diinvestasikan di emas digital.
5. Emas Granule
Jenis emas ini relatif jarang ditemui di pasar. Bentuknya serbuk dan acap digunakan oleh para perajin emas. Dengan emas ini, perajin membuat perhiasan dengan kadar rendah dan harganya murah.
Selain kelima jenis emas tersebut, ada pilihan investasi emas yang bisa disesuaikan dengan preferensi dan kemampuan Anda untuk mengambil risiko. Antara lain berupa saham emas, ETF emas dan reksa dana atau kontrak berjangka dan opsi spekulatif. Terlepas dari bentuk emas yang dipilih, ahli menyarankan Anda mengalokasikan tidak lebih dari 10% dari portofolio Anda untuk itu.
(ind)
Lihat Juga :