Tahun 2022 Sri Mulyani Belanjakan Uang Negara Rp3.090,7 Triliun, Buat Apa Saja?
Senin, 16 Januari 2023 - 17:00 WIB
loading...
Sri Mulyani mengatakan belanja negara tahun 2022 tembus Rp3.090 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa selama tahun 2022, belanja negara berhasil menembus Rp3.090,7 triliun. Dia menekankan bahwa belanja pegawai relatif dijaga dan tidak mengalami kenaikan signifikan, hanya 3,5%.
Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Bahaya Volatilitas Harga Komoditas
Sementra itu, belanja barang mengalami penurunan karena belanja untuk PC-PEN menurun sangat tajam 20,2%, menjadi hanya Rp422 triliun dari Rp529 triliun di 2021.
"Belanja modal kita tetap stabil di Rp238 triliun dan belanja bantuan sosial Rp461 triliun," ujar Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/1/2023).
Hal yang menonjol adalah belanja untuk subdisi energi di tahun 2022. Angkanya bahkan mencapai Rp551 triliun.
"Ini untuk menjaga masyarakat dari guncangan harga komoditas energi yang melonjak hingga 2-3 kali lipat pada tahun 2022. Sehingga, masyarakat kita hanya merasakan kenaikan hingga 30% untuk Pertalite dan dieselnya," ungkap Sri.
Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang kenaikan harga komoditas energinya luar biasa tinggi. Ke depan, belanja negara diupayakan tidak terkonsentari di akhir tahun.
Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Bahaya Volatilitas Harga Komoditas
Sementra itu, belanja barang mengalami penurunan karena belanja untuk PC-PEN menurun sangat tajam 20,2%, menjadi hanya Rp422 triliun dari Rp529 triliun di 2021.
"Belanja modal kita tetap stabil di Rp238 triliun dan belanja bantuan sosial Rp461 triliun," ujar Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/1/2023).
Hal yang menonjol adalah belanja untuk subdisi energi di tahun 2022. Angkanya bahkan mencapai Rp551 triliun.
"Ini untuk menjaga masyarakat dari guncangan harga komoditas energi yang melonjak hingga 2-3 kali lipat pada tahun 2022. Sehingga, masyarakat kita hanya merasakan kenaikan hingga 30% untuk Pertalite dan dieselnya," ungkap Sri.
Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang kenaikan harga komoditas energinya luar biasa tinggi. Ke depan, belanja negara diupayakan tidak terkonsentari di akhir tahun.
Lihat Juga :