Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut, BI: Jaga Ketahanan Ekonomi
Senin, 16 Januari 2023 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
Perkembangan tersebut didukung oleh tetap kuatnya kinerja ekspor non migas, yang tercatat sebesar USD22,35 miliar. "Tetap kuatnya kinerja ekspor nonmigas terutama bersumber dari kenaikan ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti nikel, bijih logam, dan timah seiring dengan harga komoditas global yang masih tinggi," ungkap Erwin.
Baca Juga: Impor RI Naik 21% pada Tahun Lalu, Nilainya Capai USD237,5 Miliar
Selain itu, ekspor produk manufaktur, seperti mesin dan perlengkapan elektrik, serta pulp dari kayu, juga tercatat meningkat. Berdasarkan negara tujuan, ekspor non migas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap tinggi dan menjadi kontributor utama terhadap total ekspor Indonesia.
"Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat sedikit meningkat dari USD 1,69 miliar pada November 2022 menjadi USD 1,73 miliar pada Desember 2022," tandas Erwin.
Baca Juga: Impor RI Naik 21% pada Tahun Lalu, Nilainya Capai USD237,5 Miliar
Selain itu, ekspor produk manufaktur, seperti mesin dan perlengkapan elektrik, serta pulp dari kayu, juga tercatat meningkat. Berdasarkan negara tujuan, ekspor non migas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap tinggi dan menjadi kontributor utama terhadap total ekspor Indonesia.
"Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat sedikit meningkat dari USD 1,69 miliar pada November 2022 menjadi USD 1,73 miliar pada Desember 2022," tandas Erwin.
(nng)
Lihat Juga :