Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% di 2023, Ini Jurus Pemerintah
Kamis, 19 Januari 2023 - 11:34 WIB
loading...
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah kondisi perekonomian global tahun ini yang diramal penuh ketidakpastian, pemerintah tetap optimistis namun waspada dan antisipatif.
Sejumlah strategi dan kebijakan disiapkan agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada tahun 2023 dapat tercapai.
“Kalau kita bicara global, memang global masih ada awan hitam, bahkan Managing Director IMF mengatakan Indonesia itu adalah the bright sight in the dark. Nah tentu Indonesia berharap, karena kita punya resiliensi selama penanganan pandemi Covid, ini juga berharap punya resiliensi untuk di tahun 2023 ini,” ujar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, dikutip Kamis (19/1/2023).
Dari sisi manufaktur, PMI Manufaktur Indonesia masih berada di level ekspansif mencapai 50,9 di bulan Desember 2022 atau berhasil naik dibandingkan bulan November 2022 yang tercatat sebesar 50,3.
Guna menjaga kinerja sektor manufaktur, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah perlu optimis, tetap menjaga demand, serta melakukan tindak lanjut hilirisasi dan pengembangan ekosistem di sektor manufaktur.
Sejumlah strategi dan kebijakan disiapkan agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada tahun 2023 dapat tercapai.
“Kalau kita bicara global, memang global masih ada awan hitam, bahkan Managing Director IMF mengatakan Indonesia itu adalah the bright sight in the dark. Nah tentu Indonesia berharap, karena kita punya resiliensi selama penanganan pandemi Covid, ini juga berharap punya resiliensi untuk di tahun 2023 ini,” ujar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, dikutip Kamis (19/1/2023).
Dari sisi manufaktur, PMI Manufaktur Indonesia masih berada di level ekspansif mencapai 50,9 di bulan Desember 2022 atau berhasil naik dibandingkan bulan November 2022 yang tercatat sebesar 50,3.
Guna menjaga kinerja sektor manufaktur, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah perlu optimis, tetap menjaga demand, serta melakukan tindak lanjut hilirisasi dan pengembangan ekosistem di sektor manufaktur.
Lihat Juga :