Freeport Minta Nego Soal Uang Jaminan Smelter

Rabu, 27 Januari 2016 - 23:19 WIB
Freeport Minta Nego...
Freeport Minta Nego Soal Uang Jaminan Smelter
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, PT Freeport Indonesia meminta nego soal uang jaminan progres pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) sebesar USD530 juta, yang menjadi syarat Freeport bisa mendapatkan rekomendasi izin ekspor konsentrat.

Dia mengatakan, perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut sedianya berusaha memenuhi persyaratan yang diajukan pemerintah tersebut. Namun, Freeport meminta pertimbangan mengingat situasi harga komoditas dunia yang tengah merosot.

(Baca: Freeport Akhirnya Luluh Mau Bayar Uang Jaminan)

"Intinya mereka akan berusaha memenuhi requirement itu. Tapi mereka minta dipertimbangkan situasi komoditi dunia, keuangan mereka. Yang paling kita apresiasi, yuk kita sama-sama cari solusi," katanya di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Pada dasarnya, sambung mantan Dirut PT Pindad (Persero) ini, yang menjadi kewajiban Freeport adalah pembayaran bea keluar (BK) 5% jika pembangunan smelter tidak kunjung ada progres.

"USD530 juta (uang jaminan) itu kita memberikan mereka kesempatan untuk proof bahwa mereka sungguh-sungguh. Kalau mereka benar-benar tidak mampu ya kita cari jalan," imbuh dia.

Sudirman tidak bisa memastikan, kapan proses negosiasi tersebut akan berakhir. Namun, pemerintah menekankan bahwa pembayaran bea keluar sebesar 5% harus segera dilakukan.

"Tergantung offer mereka (negosiasi). Yang pasti kita ingin BK 5% itu dibayar. Kedua, kesungguhan apa yang bisa mereka tunjukkan bahwa mereka akan komitmen menyelesaikan smelter. Itu yang akan dijadikan bahan negosiasi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
14 menit yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
1 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
10 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
10 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
11 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved